poskomalut, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, membuka kompetisi cerdas cermat, tebak gambar, dan Who Wants to Be a Millionaire Bahasa Ternate, Jumat (17/7/2026).

Giat ini diselenggarakan Nobel Future Education di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate.

Dalam sambutannya, Nasri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut, karena dinilai menjadi ruang pembelajaran yang kreatif, inspiratif, sekaligus edukatif bagi anak-anak.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menambah wawasan, melatih keberanian tampil di depan umum, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat,” ujarnya.

Menurut Nasri, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan, dunia pendidikan dituntut terus berinovasi agar proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kreatif yang mampu membangun karakter, semangat belajar, dan rasa ingin tahu peserta didik.

Ia menilai konsep kompetisi yang memadukan cerdas cermat, tebak gambar, hingga Who Wants to Be a Millionaire dikemas secara menarik sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain, berpikir cepat, dan bekerja sama.

Nasri mengatakan, penggunaan Bahasa Ternate sebagai salah satu materi utama kompetisi menjadi nilai lebih karena merupakan upaya nyata dalam menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

“Bahasa daerah merupakan identitas suatu bangsa dan jati diri masyarakat. Namun kita juga harus jujur mengakui bahwa penggunaan Bahasa Ternate di kalangan generasi muda mulai mengalami penurunan. Banyak anak-anak yang lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa asing dibandingkan bahasa daerahnya sendiri,” katanya.

Karena itu, ia mengapresiasi Nobel Future Education yang telah menghadirkan kompetisi berbasis Bahasa Ternate sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal.

“Apabila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti bahasa daerah hanya tinggal menjadi catatan sejarah. Kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian Bahasa Ternate,” tambahnya.

Mag Fir
Editor