TERNATE-PM.com, Anggota tim pengawas DPRD Kota Ternate untuk penanganan Covid-19 mengharapkan Pemerintah Kota Ternate menangani Covid-19 berdasarkan dengan program dan kegiatan yang terukur sesuai anggaran Rp. 9,5 miliar. Anggaran miliar rupiah yang bersumber dari Dana Tak Terduga Rp 4 milliar ditambah anggaran perjalanan dinas dari setiap OPD Pemkot Ternate yang totalnya Rp 5,5 miliar.
“Kita sudah mewanti wanti agar penanganan Covid-19 dengan jumlah anggaran Rp. 9,5 ini harus sesuai peruntukan dan harus efektif,” ungkap anggota Pengawas DPRD Kota Ternate Sofyan Abd. Rahman, usai rapat badan musyawarah di kantor DPRD Kota Ternate, Kamis (02/04).
Menurutnya, proses pencairan anggaran dan lain-lain itu tidak seperti pencairan kegiatan yang bersumber dari APBD, karena ini adalah bencana dan tahapan pencairannya juga longgar, sehingga butuh pengawasan yang ekstra.
“Hampir nyaris penggunaan anggaran itu adalah habis pakai, sehingga dalam konteks pengawasan dan pemeriksaan dan pertanggungjawabannya itu mudah dimanipulasi dan dibuat fiktif,” ungkapnya.
Sofyan menyebutkan, harus betul-betul berorientasi kemanusiaan sehingga tidak ada orientasi lain dalam aspek penanganan pencegahan virus corona ini, sehingga Rp. 9,5 miliar itu betul betul terukur, efektif dan efisien.
“Proses pertanggungjawabannya ini karena ini barang habis pakai, terus tahapan juga longgar maka minta pihak inspektorat dan lembaga-lembaga pengawas yang lain agar kiranya sama-sama mengawasi dalam hal penggunaan anggaran penanganan Covid-19,” pungkasnya. (nox/red)



Tinggalkan Balasan