poskomalut.com
baner header

Awal 2020, PAD Kota Ternate Baru Capai 11,62 Persen

TERNATE-PM.com, Berdasarkan laporan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate tahun 2020, di Februrari baru mencapai 11,62 % atau sebesar Rp13.243.154.122,00.

Sekretaris BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali pada Posko Malut mengatakan, dalam realisasi penerimaan PAD secara keseluruhan per bulan harus mencapai Rp9.499.006.800, hasil ini merupakan pembagian total target realisasi PAD senilai Rp113.988. 081.600 dengan 12 bulan atau setahun. Sementara sampai 21 Februari 2020, baru tercapai 13 miliar lebih. 

Angka realisasi keseluruhan 13 miliar itu ternyata jauh dari yang dijelaskan. Hal ini karena pengaruh beberapa retribusi realisasinya minim dan beberapa item PAD yang masih kosong.

“Ini mempengaruhi. Seharusnya item PAD retribusi itu perbulannya mencapai 3 miliar lebih, namun sudah berjalan hampir 2 bulan ini seharusnya mendekati 6 miliar tapi yang ada hanya 3 miliar,” tandasnya. 

Untuk item pajak sendiri dalam PAD terdiri dari pajak hotel baru 20,82% atau Rp895.452.429 dan targetnya Rp4.300.000.000, pajak restoran Rp2.841.797.360 (22,73%) dari target yang ditetapkan Rp12.500.000.000, pajak hiburan targetnya Rp2.950.000.000 capaiannya baru 29,33% atau Rp865.335.911

Target pajak reklame, lanjutnya mencapai Rp21.150.000.000 seakarang tercapai Rp420.721.097 (19,57%), pajak penerangan jalan Rp1.812.836.029 (9,04%) targetnya sebesar Rp20.050.000.000, Pajak mineral bukan logam dan batuan ditetapkan target Rp 2.700.000.000 dan baru mencapai Rp 528.097.635 (19,56%), pajak parkir Rp149. 440.600 (18,68%) dan ditargetkan Rp 800.000.000, pajak air tanah tergaenya juga Rp800.000.000 semenatar capaiaannya Rp121.254.675 (15,16%).

Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan masuk dalam item pajak PAD, besaran yang ditetapkan ialah Rp5000.000.000 dan baru tercapai Rp 1.302.764.306 (26,06%). Sedangkan pajak bumi dan bangunan (PBB) baru tercapai Rp335.352.315 (5,59%) dari tergetnya Rp6.000.000.000.

“Jika diakumulasikan target item pajak itu sebesar Rp57.250.000.000 sedangkan realisasninya 16,20% atau Rp9.273.052.357,” sebutnya.

Sedangkan untuk bagian retribusi daerah (RD), ada pelayanan kebersihan/persampahan baru mencapai Rp635.298.000 (18,15) dari target Rp3.500.000.000, RD parkir di tepi jalan umum sudah Rp121.800.000 (3,99%) dari targetnya Rp3.050.000.000, RD pasar terealisasinya baru Rp 1.166.753.355 (7,78%) dari target yang ditetapkan sebesar 15 Miliar. 

“RD pengujian kedaraan bermotor ditargetkan Rp406.601.600 dan capaiannya belum ada sama sekali, RD Pemeriksaan alat pemadam kebakaran ditetapkan targetnya Rp1.125.000.000 dan yang baru tercapai Rp327.870.000 (29,14%),” ucap Jufri.

Retribusi pemakaian kekayaan daerah ditetapkan target Rp10.340.000.000 yang harus dicapai dan sampai saat ini baru terealisasi Rp109.105.000 (1,06%), RD Terminal baru tercapai Rp 49.380.000 (4,49) sedangkan targetnya Rp1.100.000.000, untuk retibusi penyodotan kakus ada penetapan targetnya Rp150.000.000 namun jumlah pencapaian masih 0.00%.

Sementar retribusi IMB penetapan targetnya Rp5.030.000.000 dan baru tecapai Rp850.870.761 (16,92%), untuk retribusi izin trayek ditetapkan target Rp300.000.000 dan baru mencapai 0,48% atau Rp1.441.000.

“Tempat rekreasi juga dikenakan retribusi dan capaiaannya Rp39.391.000 (4,63%) dari target yang ditentukan sebesar Rp850.000.000. Retribusi rumah potong hewan capaian Rp23.797.000 (14,42%) dan targetnya Rp165.000.000, retribusi tempat khusus parkir ditetapkan Rp850.000.000sedangkan tercapai Rp106.700.00 (12,55%), retribusi pelayanan kepelabuhanan itu Rp350 juta targetnya dan baru dicapai Rp34.742.100 (9,93%),” akui Jufri.

Selain itu juga, retribusi tera dan tera ulang targetnya Rp750 juta dan tercapai baru Rp9.375.000 (1,25%), retribusi tempat pelelangan ikan ditargetkan Rp150 juta dan terlaksanakan Rp1.050.000 (0,70). Sedangkan retribusi IMTA ada penetapan targetnya namun belum ada realisasinya.

“Untuk PAD Kota Ternate 2020 ini ada beberapa item yang dilakukan penambahan dan pengurangan terget diantarnya pajak hotel sebesar Rp100 juta, pajak restoran Rp2.200.000.000, pajak hiburan Rp100 Juta, pajak penerangan jalan Rp600 juta, pajak air tanah Rp680 juta, pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan Rp100 juta, semua itu penambahan,” urainya.

Sementara yang dikurangi itu hanya pada retribusi pemkaiaan kekayaan daerah yakni sebesar Rp 2 miliar. Terpisah, Kepala BP2RD Kota Ternate,  Ahmad Yani Abdurahman, menuturkan, retribusi pasar mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu dengan bulan yang sama, namun dia tidak menjelaskan secara jelas perbandingannya berapa persen. 

Ada beberapa kendala teknis misalnya ditahun 2020 sudah dibayarkan pada 2019.

“Yang harus kita hitung penerimaan itu 2019, ya 2019 yang 2020 ya 2020, ini akan ditelusuri ispektorat apakah sudah masuk khas daerah atau tidak,” jelasnya. (cha)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: