poskomalut.com
baner header

BMKG Keluarkan peringatan Gelombang Tinggi di beberapa Wilayah Malut

TERNATE-PM.com, Perubahan cuaca di Maluku Utara (Malut) perlu untuk diwaspadai pengguna jasa laut maupun para nelayan yang biasanya melakukan aktivitas di laut Malut. Pasalnya untuk beberapa Wilayah, diperkirakan tinggi gelombang bisa mencapai 3cm. Selain tinggi gelombang di beberapa wilayah, Kota Ternate sendiri diperkirakan masih akan berpotensi diguyur hujan hingga bulan depan.

Kepada poskomalut.com, Satria Kridha Nugraha, selaku Prakirawan cuaca BMKG Ternate mengatakan, Wilayah Maluku Utara khususnya kota Ternate memiliki puncak hujan yang terjadi dari bulan Desember hingga Januari 2020. Kondisi tersebut sangat normal sekali apabila sering terjadi hujan di sekitar bulan ini.

“Kebanyakan, hujan yang terjadi itu terutama di waktu malam dan dini hari. Itu biasanya kalau pas waktu puncak musim hujan,” terangnya.

Sedangkan untuk kondisi yang sekarang ini, menurutnya hujan yang turun tidak terjadi setiap hari sehingga kondisi sekarang masih terpantau lebih kering untuk beberapa wilayah. Dari pihak BMKG bahkan telah mengeluarkan rilis beberapa peringatan dini terkait cuaca di minggu ini.

“Termasuk di Ternate juga kami ada ada masukan dalam wilayah yang berpotensi memiliki tinggi curah hujan untuk tanggal 27-28 Feberuari 2020,” tambahnya.

Satria juga menjelaskan, saat ini angin yang bertiup kencang di wilayah Ternate menyebabkan hujan tidak terjadi meskipun ada awan tebal di atas langit yang berpotensi menurunkan hujan setiap saat.

 “Bisa dilihat sekarang kalau misalkan di atas itu awannya sangat banyak tapi tidak turun hujan, itu karena faktornya tiupan angin yang cukup kencang di lapisan atas jadi pemecah awan yang tadinya itu sebenarnya bisa berpotensi terjadi hujan,” jelasnya.

Untuk minggu ini terhitung sampai tanggal 01 Maret 2020 pihak BMKG masih menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada karena potensi perubahan cuaca yang akan terjadi cukup besar. Kondisi ini disebabkan oleh energi yang tersimpan di wilayah Maluku Utara masih cukup besar mengingat Puncak hujan sebenarnya di bulan Desember-Januari.

“Kalau misalkan kita lihat tren dari pola angin untuk prakiraannya sendiri kemungkinan besar itu potensi hujannya sekitar tanggal 29 Februari 2020 dan 01 Maret 2020 itu karena anginnya sudah mulai teduh,” ujar Satria.

Selain potensi hujan, gelombang laut di wilayah Malut hingga saat ini dari pihak BMKG masih memberikan peringatan. Peringatan tersebut berlaku khususnya di wilayah Utara dan Timur. Di wilayah Utara peringatan tersebut berlaku untuk perairan Utara Morotai,  penyeberangan Tobelo ke Morotai dan Tobelo ke Subaim.

Sedangkan untuk di wilayah Timur, berada pada daerah Maba sampai Buli dan di wilayah penyeberangan Patani-Gebe. Selain di wilayah Timur dan Utara, potensi gelombang tinggi juga akan terjadi di wilayah Barat laut Ternate-Batang Dua, Ternate-Bitung dan Dufa-dufa-Jailolo.

“Tinggi gelombang sendiri diperkirakan untuk wilayah Utara dan Timur itu bisa mencapai tiga meter. Sedangkan untuk di wilayah barat seperti Ternate Dufa-dufa-Jailolo itu bisa mencapai dua setengah meter,” ungkapnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak BMKG juga mengimbau kepada pemilik transportasi jalur laut serta pengguna jasa transportasi agar mematuhi imbauan serta peraturan yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

Hal tersebut perlu diperhatikan karena mengingat izin pelayaran yang dikeluarkan juga berdasarkan koordinasi tentang cuaca dengan pihak BMKG.

“Kami juga mengimbau untuk nelayan agar selalu berhati-hati dan melihat perkembangan cuaca dulu sebelum pergi melaut,” harapnya. (OP-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: