Dari 11 Puskesmas di Kota Ternate, Baru 5 Puskesmas Punya Izin Ipal

Ketua Komisi III, Anas U. Malik.

TERNATE-PM.com, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Rabu (11/03/2020) kemarin, melaksanakan RDP Umum terkait persoalan penanganan Limbah Medis Berbahaya serta Limbah Medis Padat yang ada di Kota Ternate. Dari 11 Puskesmas yang ada di Kota Ternate, nampaknya baru 5 Puskesmas yang mengantongi Izin Ipal.

Kepada poskomalut.com,
Ketua Komisi III, Anas U. Maluk mengatakan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)
Umum yang di ikuti oleh seluruh kepala Puskesmas se Kota Ternate, Pihak Rumah
Sakit Swasta, Dinas Kesehata dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Ternate,
Komisi III meminta penjelasan dari Dinas kesehatan terkait izin yang telah di
kantongi oleh Puskesmas yang ada di Kota Ternate.

Menurutnya, dari 11
Puskesmas yang baru mengantongi izin Ipal untuk Air Limbah Berbahaya (Limbah
B3) baru berjumlah 5 Puskesmas.

"Itu yang baru
dibuatkan izin baru 5 Puskesmas. Kemudian 3 Puskesmas masih dalam perancangan
APBD 2020 untuk membangun Ipal. Sementara 3 Puskesmas yang belum. Karena itu
pada APBD 2021, kami akan mendesak Pemda Kota Ternate untuk semua puskesmas itu
sudah harus memiliki Ipal dan Izin," tegasnya.

Selanjutnya soal izin
Ipal Rumah Sakit Swasta, Ia mengatakan semuanya sudah memiliki Ipal sekaligus
dengan Izinnya. Karena itu komisi III akan fokus dalam APBD 2021 dan meminta
Pemerintah untuk serius memerhatikan soal penanganan Ipal dan Izin di semua
Puskesmas yang ada di kota Ternate.

"Yang belum
mengantongi izin Ipal dan yang belum memiliki Ipal itu rumah sakit terluar
diantaranya, Mayau Moti dan Hiri, itu untuk Puskesmas," terangnya.

Menurut Anas, ada hal
lain yang juga telah menjadi perhatian serius Pemkot Ternate diantaranya Limbah
medis padat. Menurutnya, limbah medis padat penanganannya melalui dinas keseahatan
sudah cukup maksimal dengan disediakannya mesin pencacah. Dalam satu minggu
sekali, limbah medis berbahaya padat akan diangkut oleh operasional dinas kesehatan
untuk di bawah ke TPA Takome untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang sudah
ditetapkan.

"Alhamdulillah
Pemkot melalui dinas kesehatan sudah serius dalam menangani persoalan ini, sehingga
saya kira limabah medis yang berbahaya di Kota Ternate sudah ada solusinya
dengan penanganan dari Pemerintah Kota Ternate," tutupnya. (OP-red)

Komentar

Loading...