poskomalut, Universitas Khairun (Unkhair) terus mendorong budaya peduli lingkungan melalui gerakan memilah sampah sejak dini.

Upaya ini dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Implementasi Program Kampus Bebas Sampah Berbasis Unit Kerja Melalui Gerakan Pilah Sampah Sejak Dini.

Kegiatan yang dipimpin Dr. Soleman Saidi tersebut dilaksanakan di Kelurahan Toboko pada 30 Juni 2026, kemudian berlanjut di Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair pada 2 Juli 2026.

Program ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, ibu rumah tangga, masyarakat hingga anak-anak.

Pelibatan lintas kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.

Ketua PKM, Dr. Soleman Saidi, menegaskan bahwa kebiasaan memilah sampah perlu dibangun sejak usia dini agar menjadi perilaku yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, langkah sederhana seperti memisahkan sampah berdasarkan jenisnya dapat menjadi awal untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Gerakan pilah sampah sejak dini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah yang tepat dan aman. Kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya, merupakan langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkap Soleman, Jumat (10/10/202).

Ia menilai, pembentukan kebiasaan tersebut perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Sebagai ruang pendidikan pertama bagi anak, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Keterlibatan ibu rumah tangga dalam program ini diharapkan dapat memperkuat pembiasaan memilah sampah dari rumah, sebelum diterapkan lebih luas di lingkungan masyarakat dan institusi pendidikan.

Sementara itu, pengenalan pengelolaan sampah kepada anak-anak menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan di Kelurahan Toboko dan Kampus FKIP Unkhair sekaligus memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

Melalui program Kampus Bebas Sampah Berbasis Unit Kerja, setiap unit kerja di lingkungan kampus diharapkan ikut membangun kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan secara konsisten.

Soleman berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya bersama yang diterapkan di lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat.

Sebab, mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan tidak cukup hanya dengan imbauan. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memilah sampah sejak dini.

Mag Fir
Editor