poskomalut.com
baner header

DPRD Ternate Imbau Pemkot Tidak Kecolongan Penanganan Virus Corona

TERNATE-PM.com, Menanggapi persoalan virus Corona, atau yang juga dikenal dengan sebutan Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) yang berasal dari Negara China, tepatnya di kota Wuhan. Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate berharap Pemerintah Kota tidak kecolongan dalam mengantisipasi penyebaran tersebut melalui TKA maupun WNA yang datang ke Ternate.

Ketua Komisi III Anas U Malik pada poskomalut.com mengatakan, kota Ternate adalah salah satu pintu masuk, baik Warga Negara Asing (WNA) maupun Tenaga Kerja Asing (TKA) yang melakukan transit di bandara udara Baabullah Ternate sebelum menuju ke Halmahera. Untuk itu aktivitas tersebut harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) terkait soal adanya isu virus mematikan ini. Menurutnya, langkah penting yang harus dilakukan Pemkot adalah melakukan koordinasi dengan instansi terkait bahkan vertikal. “Misalnya di bandara, portal pengamanan di bandara itu seperti apa dan sangat penting untuk dikoordinasikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,”ungkapnya.

Anas menambahkan, Dinas Tenaga kerja (Disnaker) juga harus mampu melakukan monitoring setiap hari terkait perkembangan TKA China, yang masuk ke Ternate untuk mengantisipasi masuknya virus mematikan. Komisi III juga dalam waktu dekat berencana akan memanggil Dinas kesehatan (Dinkes) untuk meminta penjelasan sejauh mana langkah pemerintah dalam penanganan antisipasi agar virus korona tidak menyebar di Ternate. Langkah ini juga penting dilakukan untuk dijelaskan ke publik sehingga masyarakat tidak merasa khawatir akan isu penyebaran virus Corona. “Saat ini masyarakat juga khawatir ada spekulasi soal virus yang sudah beredar atau belum, karena itu sangat penting bagi pemerintah untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa ada langkah-langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi virus corona”,  tegasnya.

“Baik langkah antisipasi terkait pengamanan, pemeriksaan yang ketat di bandara, kerja sama juga harus dilakukan oleh Dinkes dengan Karantina di bandara sehingga kekhawatiran publik di Ternate tidak terlalu berlebihan. Saya kira itu yang penting”,  tambahnya.

DPRD menilai sampai sejauh ini belum ada kasus corona yang ditemukan di Ternate, karena itu waspada menjadi satu langkah yang sangat penting. Menurutnya, apabila ditemukan adanya kasus terkait virus tersebut, maka pemerintah tentunya dinilai kecolongan dalam penanganan permasalahan yang sudah menjadi isu Internasional. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan, jadi pemerintah juga harus siaga dalam mengantisipasi persoalan ini,” tutup Anas U Malik.

Sementara itu, Yamin Rusli selaku anggota komisi I mengatakan, kota Ternate juga yang merupakan kota transit bagi WNA maupun TKA perlu dilakukan pengawasan ekstra ketat mengingat sebagian perusahaan yang berada di Halmahera juga memiliki kantor perwakilan di Ternate. “Ternate inikan Daerah Transit, jadi semua perusahaan yang berada di Malut TKA nya harus melakukan transit di Ternate dulu. Pertama di bandara pengawasannya harus ketat mengingat kantor-kantor perwakilan perusahaan juga ada disini”,  tegasnya.

Yamin menambahkan, virus korona yang sudah menjadi persoalan internasional, bahkan stagmen dari pemerintah pusat dalam hal ini Menteri luar negeri juga telah menghentikan sementara kedatangan TKA maupun pengunjung TKA yang akan datang ke Indonesia. “Baik tenaga kerja maupun kunjungan ke Indonesia itu semuanya dihentikan. Persoalannya itu di tindaklanjuti daerah seperti apa. Makanya ini butuh koordinasi disemua sektor, mulai dari Pemkot, Pemprov, dan juga pihak bandara terutama yang memiliki wilayah tersendiri”,  terangnya.

“Imigrasi yang datang harus melakukan koordinasi, terutama di Bandara dan pelabuhan yang ada harus melakukan pengawasan lebih ketat lagi. Mengingat TKA yang datang dari Tianghoa menuju Manado dan ke Ternate cukup banyak jadi harus diperketat terutama pintu masuk di bandara jangan sampai kita kecolongan”,  tambahnya.

Menurutnya, apabila terjadi kecolongan pada satu orang TKA saja, maka virus tersebut dikhawatirkan bisa merembek ke semua orang yang berada di Malut.

Untuk itu, pemeriksaan yang dilakukan kepada TKA maupun WNA yang berasal dari China harus dilakukan secara ketat. “Apakah Dinkes sudah melakukan itu ataukah belum. Kita tidak boleh kecolongan dan jangan melakukan pemeriksaan biasa saja”,  harapnya.

Mengingat Menteri kesehatan yang juga  membutuhkan waktu selama 14 hari untuk memastikan bahwa TKA yang datang terjangkit virus corona atau tidak, karena masa Inkuflasinya selama 14 hari baru bisa dipastikan. Untuk itu diharapkan juga pemeriksaan yang dilakukan tidak seperti biasa dengan langsung mengatakan TKA maupun WNA  yang tiba bebas dan tidak terkena virus tersebut. “Kalau ada yang lemas terus bilangnya karena perjalanan yang jauh kan bisa berakibat fatal juga karna masa inflasinya 14 hari, jadi jangan seperti itu”,  tegasnya.

DPRD juga meminta Pemkot untuk sementara waktu memberhentikan yang namanya TKA maupun Turis yang berasal dari Tianghoa masuk ke Ternate. “Kalau ada yang masuk belakangan ini juga kita belum bisa memastikan kalau mereka bebas dari virus tersebut dan tidak ada jaminan mengingat masa inkuflasinya membutuhkan waktu 14 hari jadi jangan sampai keliru. Intinya hentikan saja dulu, jangan sampai kita kecolongan”,  tegasnya. (OP/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: