poskomalut.com
baner header

Fenomena Ikan Mati Bukan Berasal Dari Limbah Kota Ternate

TERNATE-PM.com, Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate (DLH) Nasrul Andili menegaskan terjadinya ikan mati di laut Kota Ternate, bukan berasal dari pembuangan limbah yang berasal dari Kota Ternate.

Kepada poskomalut.com, Rabu (26/2/2020) Nasrul mengatakan, di pesisir pantai Kota Ternate tidak ada industry, yang ada hanya Hotel sehingga tidak mungkin limbah domestik tersebut menyebabkan Ikan, Gurita dan hewan yang berada didasar laut mati.

“Kemudian dari sungai mati atau aliran air yang keluar ke pesisir pantai masih ada ikan yang hidup, sehingga penyebab ikan mati itu bukan dari limbah hotel yang ada di Kota Ternate,” tegasnya.

Nasrul  menjelaskan, sesuai dengan pantauan DLH dan keterangan warga, kejadian ikan mati itu datangnya dari arah utara Kota Ternate, sampai ke pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate kemudian kekeruhan air laut juga terjadi semenjak 25 Februari 2020 siang hingga hari ini (26/02/2020).

Menurutnya, melihat dari matinya ikan, penyebabnya bukan karena pergeseran cuaca ataupun fenomena alam lainya.

“Kondisi ikan mati ini bukan karena pergeseran cuaca ataupun fenomena alam Alga, sehingga terbukanya palung laut mengakibatkan gas yang keluar didasar laut yang menyebabkan ikan mati itupun bukan,” ungkap Nasrul.

Ia menambahkan, ada sekitar tiga titik yang ditemukan ikan mati dibawah dasar laut yaitu didepan papan nama I Love Ternate, Depan Taman Falajawa dan didepan taman Nukila dengan kedalam 25 meter, sampai saat ini, DLH dan dinas kesehatan masih melakukan pengambilan sampe air laut dengan kedalaman 25 meter.

Ia menghimbau, agar masyrakat jangan mengkonsumsi ikan yang mati tersebut, karena dikhawatirkan mengandung toksin pada tingkat yang terberat seperti logam ataupun merkurin. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: