TERNATE- PM.com, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara DR. Adnan Mahmud mengatakan pemerintah dan FKUB harus bersinergi untuk meminimalisir terkait dengan isu-isu menyangkut dengan lintas agama yang memecah belah agama.

Kepada poskomalut.com, Adnan menjelaskan, FKUB Malut sudah mempunyai program disetiap kabupaten/kota yaitu program turun ke masjid, gereja dan ditempat-tempat ibadah lainnya untuk membangun komunikasi dan silaturahmi antara umat beragama, karena dari situlah dapat membangun dan mulai memberikan penguatan terkait dengan isu lintas agama. “FKUB yakin bahwa apapun yang diisukan di kalangan masyarakat tidak mudah dan cepat terprovokasi oleh masyarakat terkait isu-isu menyangkut dengan lintas Agama, jika disosialisasikan dengan baik” jelasnya.

Adnan meminta, pemerintah juga ikut membangun kerukunan dan kedamaian di Maluku Utara, tidak hanya mengharapkan FKUB berjalan sendiri akan tetapi harus bersinergi, karena sesuai dengan amanah SKB 2 Menteri bahwa tugas pemelihraan kerukunan di daerah itu menjadi tanggung jawab Gubernur untuk ditingkat provinsi, sedangkan kabupaten/kota itu menjadi tanggung jawab bupati/walikota. “Kita harus bersinergi pengurus FKUB Provinsi maupun kabupaten/kota dengan pemerintah setempat,” harap Adnan.

Adnan mengimbau, para tokoh Agama baik umat muslim, umat kristiani maupun umat-umat agama yang lain untuk melakukan ceramah dan khotba-khotbah di agama masing-masing untuk memberikan penguatan, hingga membangun kedamaian di internal agama dan berimbas di masyarakat secara keseluruhan.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi maupun daerah harus bekerja sama dengan FKUB agar terus menghimbau kepada seluruh tokoh-tokoh Agama yang ada di Maluku Utara untuk selalu memberikan penguatan pada masyarakat terkait dengan isu yang memecah belah bangsa. “Untuk itu pemerintah dan FKUB harus turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan tokoh-tokoh agama maupun masyarakat agar tidak terjadi konflik yang berkaitan dengan agama,” tutupnya. (Ris/red)