MOROTAI-PM.com, Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Pulau Morotai Mahmud Kiat, mendesak Pemda Pulau Morotai segera melakukan pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR), guna penanganan Covid-19 di Morotai. Menurut Mahmud, problem yang terjadi di Morotai adalah soal lamanya sistem karantina yang menyebabkan publik resah. Dengan pengadaan alat PCR, maka hasil swab seseorang bisa diketahui lebih cepat.

“Kalau menurut saya model karantina di Morotai harus diperbaiki, karena karantina terlalu lama itu yang banyak pro kontra di publik, saya sarankan Pemda Morotai bisa beli alat PCR-nya, ini dalam rangka mempermudah atau mempercepat hasil swabnya,” kata Mahmud kepada Posko Malut, Minggu (26/07).

Pembelian alat PCR, lanjutnya, bisa menggunakan dana Covid-19 Morotai. Sebab, belanja alat tersebut lebih baik ketimbang mengkarantina masyarakat dengan waktu yang lama dan juga mengeluarkan anggaran yang besar, karena memenuhi kebutuhan makan minum pasien yang dikarantina.

“Mempercepat model kekarantinaan lebih baik, anggaran itu dialihkan ke belanja PCR. Kalau alatnya sudah datang maka hasilnya lebih cepat, kalau hasilnya di kirim di luar daerah mana dipastikan akan lama, semua menunggu dari provinsi, kalau tahan orang lama juga bisa juga menurunkan imun orang,” urai politisi Golkar ini.
Apalagi kata dia, masyarakat yang dikarantina pasti psikologinya terganggu jika pendapatan ekonominya tidak menentu.

“Karena untuk menunggu hasil swab pertama saja harus menunggu hasil 20 hari, klo sampai swab ke 2 kali itu memakan waktu 2 bulan, orang yang dikarantina bisa sakit, saya juga sudah 20 hari di karantina,” ungkapnya, sembari mengapresiasi langkah Pemda yang saat ini telah melakukan karantina. (ota/red)