GAMHAS Desak Pemkot Ternate Hentikan Reklamasi Pantai

Aksi Tolak Reklamasi di Kantor Wali Kota Ternate

TERNATE-PM.com, PM,Puluhan
mahasiswa yang mengatasnamak Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku
Utara melakukan aksi di halalama Kantor Wali Kota Ternate,  Kamis (24/10/2019) menolak reklamasi pantai. Koordinator
lapangan (Korlap) GAMHAS Malut Irsandi, mengatakan proyek pembuatan reklamasi
pantai di Kota Ternate membuat ekosisten perairan menjadi rusak. Sementra tiga
bagian lain yakni kompleks wilayah perairan ini memiliki manfaat ekologis,
ekonomi hingga sosial budaya yang banyak. Lantaran adanya kehadiran reklamasi
pantai ini membuat tiga komponen ekosisten di daerah pesisir akan kehilangan
daya tahannya.

Ia menilai reklamasi hanya
memberikam dampak ekonomi. Artinya hanya menguntungkan pihak industri, tapi
tidak dengan lingkungan dan sistem sosial masyarakat. Jika ekosistem sudah
rusak tentu akan akan membuat wilayah tangkapan nelayan semakin jauh, akses
terhadap ikan dasar dan ikan pelagis (ikan permukaan) semakit sulit. "Saya
berharap masyarakat Ternate marilah sayangi lingkungan kita di masa
depan," harapnya.

Untuk itu, Irsandu mendesak
pemerintah kota harus menghentikan pembangunan reklamasi sesusi Undang-undang
nomor 122 tahun 2012 pasal ayat 1-2, pemkot dan DPRD harus mencabut izin
reklamasi, mendesak pemkot Ternate menjaga peninggalan sejarah. "Karena
dengan adanya reklamasi menyebabkan kerusakan ekosisten laut, mengundang
bencana, mengganggu aktivitas masyarakat pesisir. Saya berharap pemerintah kota
bisa mendengar aspirasi masyarakat," terangnya. (yun/red)

Artikel ini sudah
diterbitkan di SKH Posko Malut, edisi Jumat, 24 Oktober 2019, dengan judul ‘
GAMHAS Desak Pemkot Hentikan Reklamasi
Pantai’

Komentar

Loading...