TERNATE-PM.com, Pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi menggrogoti semua sektor ekonomi nasional bahkan dunia. Virus yang mudah menyebar melalui kontak langsung dengan penderitanya itu merongrong kehidupan sosial masyarakat, tak pelak menimbulkan konflik sosial.
Aksi penolakan, pengucilan masyarakat terhadap warga yang dinyatakan positif Covid-19 sangat disayangkan terjadi di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Maluku Utara. Hal ini menjadi bukti nyata potensi konfilk sosial dapat terjadi begitu mudahya.
Menyikapi tindakan tersebut, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba yang ditemui di kediamanya, Selasa (14/4/202) mengimbau kepada masyarakat Malut agar tidak mengucilkan pasien dan keluarga positif Covid-19 bahkan yang sudah sembuh. Masyarakat mesti memberi dukugan moral bagi pasien positif agar tetap optimis dapat sembuh dari virus tersebut.
“Kami meminta agar masyarakat menerima dengan baik dan tidak mengucilkan. Sudah dicek sudah sehat, tidak usah takut. Kalau nanti pada keluarga dan bersangkutan merasa tidak enak badan, periksa ke dokter kita dari Dinkes siap memantau,” pintanya.
Gubernur dua periode itu menabahkan, pasien yang sembuh suda tidak ada lagi Virus Corona dalam tubuh mereka sehingga tidak dapat lagi menularkan pada orang lain.
“Mereka yang sudah sehat tidak dapat menularkan Covid-19 pada orang lain lagi, jadi warga tidak usah panik, tetap tenang dan menjalankn semua instruksi pemerintah agar memutus mata rantai penyebaran Covid -19 ini,” tambahnya.
“Saya berharap agar mereka yang telah sembuh dapat bersama-sama bergotong royong untuk melakukan pola hidup yang lebih sehat dan mengenali penyakit, ini penting dilakukn . Mari kita bersatu melawan covid-19 untuk Maluku Utara, karena kita pasti bisa Insya Allah,” harapnya dengan optimis. (Ris/red)



Tinggalkan Balasan