TERNATE-PM.com, Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis data survei Pemilihan Walikota Ternate 2020, yang akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang. Dari hasil survei, pasangan Muhammad Hasan Bay-M.Asghar Saleh (MHB-GAS) mengungguli tiga paslon lain.

Direktur Konsultan Citra Indonesia (KCI) LSI Denny JA Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers menyebutkan, ada 3 (tiga) alasan mengapa pasangan MHB-GAS unggul dan berpotensi
menang di Pilkada Kota Ternate. Pertama, MHB-GAS sosok paling disukai. Popularitas semua calon walikota rata-rata sudah diatas 90%.

“Artinya hampir semua pemilih di Kota Ternate mengenal semua sosok calon walikota. Namun dalam hukum elektoral, selain popularitas, kesukaan adalah variabel penting. Baiknya calon dikenal dan disukai,” papar Adjie, Jumat (04/12/20).

Diantara para calon walikota, kata dia MHB adalah calon walikota yang paling tinggi tingkat kesukaan. Tingkat kesukaan terhadap MHB mencapai 69.8%. Dan untuk calon wakil walikota, Asghar Saleh adalah calon wakil walikota dengan tingkat kesukaan tertinggi di antara calon wakil walikota. Tingkat kesukaan terhadap Asghar sebagai calon wakil walikota mencapai 66.7%.

Kedua, MHB unggul semua aspek personaliti dibanding calon walikota lainnya. Ada 8 (delapan) aspek personality yang diuji untuk keempat calon walikota. Kedelapan aspek tersebut antara lain menyenangkan, jujur, pintar, mampu mengambil keputusan dengan tegas, berwibawa sebagai pemimpin, perhatian kepada rakyat, taat beragama, dermawan dan suka menolong. Dari kedelapan aspek tersebut, semuanya diungguli oleh MHB.

“Persepsi MHB menyenangkan 64.4%, jujur 58.3%, pintar 74.3%, mampu mengambil keputusan tegas 60.8%, berwibawa sebagai pemimpin 66.1%, perhatian kepada rakyat 59.8%, taat beragama 60 %, dermawan dan suka menolong 60%,” tuturnya.

Ketiga, dipersepsikan didukung oleh petahana. Dalam pilkada yang tidak diikuti lagi oleh petahana dua periode, dukungan petahana sangat berpengaruh. Apalagi petahana yang dipersepsikan berhasil oleh publik. LSI Denny JA mencoba menanyakan kepada responden, dari empat pasangan calon walikota-wakil walikota menurut mereka manakah yang didukung oleh petahana.

Jawabannya yang menyatakan pasangan MHB-GAS didukung petahana sebesar 37.5 %, yang menyatakan TULUS sebesar 12.3%, yang menyatakan MAJU sebesar 11.2%, dan yang menyatakan YaminADA sebesar 6.5%. Dan sebesar 32.5 % menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Persepsi dukungan petahana ke MHB-GAS mempengaruhi dukungan karena tingginya kepuasaan kinerja terhadap petahana. Mereka yang menyatakan puas dengan kinerja Burhan Abdurrahman sebagai walikota sebesar 82.3%.

Meski demikian, kata dia ada 2 (dua) faktor yang bisa mempengaruhi dukungan menjelang hari H. Kedua faktor tersebut adalah; Pertama, adanya mobilisasi maha dahsyat/skala besar oleh kandidat tertentu di akhir menjelang pemilihan. Namun jika mobilisasi antar kandidat terjadi secara normal, atau tidak ada yang sangat menonjol maka peta dukungan tidak akan berubah signifikan. Kedua, partisipasi dan golput di hari H. Survei tak mampu secara akurat mengukur tingkat golput.

“Jika golput pemilih kandidat proporsional maka dukungan tak banyak berubah. Jika golput tidak proporsional tentunya akan mempengaruhi dukungan,” tandasnya. (Agh/red)