poskomalut.com
baner header

Komisi I Minta Bupati Kepsul Evaluasi OPD tak Capai Target

SANANA-PM.com, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih sangat rendah. Dari 6 OPD yakni Dinas Kesehatan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian ditambah RSUD Sanana, baru satu dinas yang mencapai target yakni dinas pertanian. 

Berdasakan data yang dihimpun koran ini jumlah realiasi PAD dari Januari hingga 30 September 2019 yakni untuk dinas kesehatan baru mencapai Rp 26.200.000 juta dari target Rp 75.000.000 atau masih kurang Rp 48.800.000, RSUD Sanana mencapai Rp 6.177.825.998 dari target Rp 6.500.000.000 atau masih kurang Rp 322.174.002 (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepsul Hendra Umabaihi, yang dikonfermasi mengatakan realisasi target PAD tersebut menjadi tanggung jawab dari OPD terkait. Menurutnya, BP2RD hanya menetapkan target yang dilihat berdasarkan potensi penerimaan. “Kalau soal target kita serahkan ke masing-masing OPD tetapi tentunya kita juga berharap agar target tersebut bisa direalisasikan,”ujarnya.

Hendra juga pesimis dengan realisasi target yang ada. Pasalnya, hampir setiap tahun beberapa OPD tidak mencapai target, apalagi saat ini hanya tersisa dua bulan. Bahkan lanjut Hendra, pihaknya juga mengambil langkah untuk menghapus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sementara dari OPD penyumbang PAD karena target yang diberikan capaiannya sangat minim. “Mungkin tahun depan baru ada target karena kita lihat juga potensi yang ada,”jelasnya.

Terkait itu Ketua Komisi I, Muhammad Natsir Sangaji, meminta Bupati Kepsul Hendrata Thes, segera melakukan evaluasi terhadap dinas yang tidak mencapai target, salah satunya dinas perhubungan. Pasalnya, anggaran yang disiapkan untuk OPD penerima retribusi mestinya juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.”Jadi kita juga berharap bupati jangan terlalu memberikan lampu hijau kepada OPD yang tidak capai target apalagi ini sudah akhir tahun,”tegasnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan dalam pembahasan anggaran nanti pihaknya akan menggunakan data statistik di masing-masing OPD dalam penetapan anggaran. “Tahun ini kita mulai dari itu jadi pembahasan anggarannya dimulai juga dari komisi sehingga teman-teman komisi bisa tahu anggarannya lari kemana,”pungkasnya. (fst)

Grafis

OPD Penghasil PAD

1. Dinas Kesehatan target Rp 75.000.000 capai Rp 26.200.000 kurang Rp 48.800.000.

2. RSUD Sanana target Rp 6.500.000.000 capai Rp 6.177.825.998 kurang Rp 322.174.002

3. DLH target Rp 100.000.000 capai Rp 46.355.000  kurang Rp 53.645.000

4. Dinas Pertanian target Rp 25.000.000 capai Rp 25.700.000 selisih Rp 700.000

5. Dinas Perhubungan, target Rp 112.000.000 capai Rp 44.030.000 kurang Rp 67.970.000

6. Dinas Koperasi UKM, target Rp 600.000.000 capai Rp 380.475.000 kurang Rp 219.525.000 

7. Dinas Penanaman Modal dan PTSP target Rp 400.000.000 capai Rp 282.647.000 kurang Rp 117.353.000.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: