Lurah Tak Serius Tangani Galian C, Pemuda Sasa-Jambula Ternate Boikot Jalan Utama

Massa memboikot jalan dan bakar ban bekas di depan kantor Lurah Sasa.

TERNATE-PM.com, Forum Pemuda Kelurahan Sasa dan Jambula kembali turun ke jalan menyuarakan aktivitas Galian C di kelurahan Jambula yang di nilai tidak memiliki izin (ilegal). Aksi yang dilakukan juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah kelurahan yang dinilai tidak serius dalam menanggapi persoalan yang sedang terjadi di kelurahan.

Massa yang tergabung dari dua kelurahan ini sempat melakukan aksi pemboikotan jalan di depan kantor Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Senin, (17/02/2020), selama kurang lebih enam jam. Aksi tersebut juga sebelumnya telah dibubarkan oleh pihak kepolisian, namun masa kembali lakukan pemboikotan.

Korlap aksi, Syahrijal Ansar, kepada poskomalut.com mengatakan, aksi yang dilakukan juga sebagai bentuk protes kepada pihak kelurahan yang dinilai tidak terlalu serius dalam menanggapi permasalahan di kelurahan terutama terkait galian C yang tidak memiliki izin dan masih melakukan aktivitas.

"Sampai saat ini pihak kelurahan juga tidak ada respons, padahal sebelumnya, aksi yang kami lakukan beberapa waktu lalu mereka telah bersepakat akan melakukan hearing bersama DPRD Ternate dan akan mengundang kita juga. Tapi sampai saat ini tra ada hering seperti yang telah dijanjikan," ungkapnya.

Rijal menambahkan, selain menjanjikan hearing bersama, pihaknya juga menagih janji terkait pemberhentian sementara yang telah disampaikan oleh pihak kelurahan dan juga DPRD.

"Sampai sekarang juga masih ada aktivitas yang dorang lakukan, bahkan malam hari juga mereka masih bekerja dan itu sangat mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitaran situ. Dorang angkut batu dan timbunan itu kan berisik jadi orang pe waktu istirahat juga terganggu," kesalnya.

Sebelumnya, Rijal juga bahkan pernah menanyakan aktivitas pertambangan yang dilakukan di kelurahan Jambula kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang telah memberikan surat teguran sebanyak dua kali kepada pihak yang melakukan aktivitas di galian C kelurahan Jambula.

"Salah satu Kabid DLH itu bilang kalau sudah ada surat teguran yang diberikan sebanyak dua kali, tapi sampai saat ini Torang lihat sendiri tra ada yang di berhentikan untuk sementara ataupun menutup tambang tersebut," tuturnya.

Masa juga berencana akan terus melakukan aksi di kelurahan Jambula hingga aktivitas galian C benar-benar diberhentikan oleh pihak kelurahan maupun instansi yang memiliki kewenangan. Aksi protes akan terus dilakukan oleh pemuda Jambula, berdasarkan kajian mereka terhadap dampak yang nantinya bisa berimbas terhadap orang banyak, terutama di kelurahan Jambula pada waktu yang akan datang.

Menurut Rijal, meskipun pihak perusahaan yang akan melakukan penambangan di kelurahan Jambula telah mengantongi izin, namun aksi mereka akan tetap berlanjut sampai tidak lagi ada aktivitas pertambangan di Kelurahan Jambula.

"Kalau soal izin ini satu hari juga bisa dikantongi, tetapi yang kami persoalkan itu dampak yang terjadi nantinya. Bagaimana kalau hujan besar dikemudian hari dan akan terjadinya banjir seperti yang pernah terjadi di Kelurahan Tubo. Torang tra mau kejadian yang pernah terjadi di Tubo juga terjadi nantinya di sini. Jadi terkait aktivitas pertambangan, galian dan lain-lain itu kami tolak karena takut dampaknya bisa terhadap orang banyak," tutupnya.

Terkait aksi yang dilakukan, masa telah meminta tanggapan dari pihak kelurahan namun tidak mendapatkan jawaban, akibat Lurah yang sedang tidak berada di kantor Kelurahan (OP-red)

Komentar

Loading...