poskomalut.com
baner header

Muswil Pemuda Muhammadiyah Malut ke IV Digelar

TERNATE-PM.com, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Provinsi Maluku Utara menggelar Musyawarah Wilayah ke IV, dengan mengusung tema ‘Gerakan Dakwah Islam yang Mengembirakan’. Muswil ini berlangsung pada hari Sabtu (21/12/2019) malam.
Bertempat di Hotel Royal Kota Ternate. Kegiatan ini dihadiri oleh Darius Pua selaku staf ahli Gubernur Maluku Utara, Ketua umum Pimpinan pusat pemuda Muhammadiyah Sunanto, S. HI, M.H, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Mirwan Hamisi, Ishak Djamaluddin Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara.

Hadir pula anggota DPD-RI Sultan Tidore Husein Syah, serta turut hadir pula Kapolda Maluku Utara, Danrem, dan Wakapolres Kota Ternate.
Ketua panitia pelaksana Kegiatan musyawarah pemuda Muhammadiyah ke- IV Muhammad Fadly mangatakan, muswil ini dilaksanakan akan berlangsung selama tiga hari yakni mulai dari tanggal 21-23 Desember 2019. ” Malam ini merupakan pembukaan selanjutnya akan dilaksanakan besok, Minggu (22/12/19) di gedung asrama haji, dengan pembahasan sidang-sidang, yaitu di lanjutkan pada pleno 2,3,dan 4″. Jelasnya.


Lanjut ketupat, sebelumnya pada tanggal 20 Desember 2019 diadakan rapat pimpinan wilayah. Rapat ini dihadiri oleh seluruh pengurus daerah pimpinan pemuda Muhammadiyah sekabupaten kota, di tambah dengan unsur pimpinan wilayah pemuda Muhammadiyah Maluku Utara. “Agenda yang di bahas dalam rapat pimpinan wilayah kemarin yaitu, pertama penetapan susunan agenda acara musyawarah, kedua pembahasan tata tertib musyawarah, dan yang ketiga yaitu pemilihan persidium sidang. Dengan agenda tambahan kemarin yaitu pengesahan kepersetaan dan calon formatur, ” Ulas Fadly.


Sementara, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto dalam sambutannya, mengingatkan kepada kader pemuda Muhammadiyah Maluku Utara bahwa sebagai gerakan Islam, lewat jalur Muhammadiyah, jadikan Muhammadiyah itu adalah tempat aktualisasi kemampuan. Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada Siapapun agar tidak pernah menilai dan melihat dari struktur status apapun. Untuk menjadi bagian dari Muhammadiyah, tidak harus seorang pejabat tertentu. “Berpemuda itu bukan dilihat dari umurnya, tapi cara pandangnya dan gerakannya yang berjiwa pemuda. Siapapun yang memiliki kesamaam visi dengan Muhammadiyah untuk mengabdi maka, jadikan organisasi Muhammadiyah sebagai ruang mengabdi bagi kita semua, “tuturnya.


Bagi Nanto, Perlu dibangunnya konsensus atas Tema ‘gerakan dakwah Islam yang menggembirakan yakni, kekuatan bilhaal dalam kehidupan kita, konsensus yang hablum minallah dan hamblum minannas harus jalan dan searah. Muhammadiyah mengajarkan sosial dan mengimplementasikan hablum minalah dan hablum minannas pada pendidikan. Namun konsensus yang harus dipahami selain sosial ialah, juga ialah soal politik demi untuk memahami dan memperbaiki nilai-niali bangsa. “Kalau berpolitik itu jangan membawa nilai politik ke Muhammadiyah, akan tetapi membawa nilai-nilai Muhammadiyah ke politik,” tutur nanto.


Sekarang bukan jamanya lagi Indonesia bagian timur tertinggal, sebab kemajuan teknologi membuat semua memiliki akses untuk bersaing yang sama. Karena konsensusnya sama, maka yang dipersiapkan ialah diri dan karakter dari kader-kader pemuda Muhammadiyah. Sekarang persiapan aktifitas sosial yang banyak untuk membangkitkan dan membuktikan bahwa Muhammadiyah itu hadir. “Dengan situasi modern maka kader Muhammadiyah harus mampu menciptakan inofasi-inofasi baru, untuk tidak terlena oleh gerakan-gerakan yang saat ini manjur. Gerkan dakwah Islam sebagai jalan utama kita untuk memajukan gerakan mengembirakan pemuda Muhammadiyah. Siapkan kaderisasinya, perbanyak pelatihanya, kami pimpinan pusat siap memfasilitasi itu semua,” ujarnya. (Cr04/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: