Optimis Utang Pemkot Ternate Rp 25 M Bisa Dilunasi

Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bayllusi

Berharap DBH Pemrov dan Dana Transfer dari Pempus

TERNATE-PM.com, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate, Kamis (16/01/2020) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD). Rapat segi tiga instansi itu, guna memastikan besaran utang pemerintah kota (Pemkot) Ternate terhadap pihak ketiga. Selain itu, Banggar Dekot Ternate juga ingin mendapat gambaran tentang langkah pemerintah dalam melunasi utang tersebut.

Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailusy kepada Posko Malut mengatakan, ada beberapa hasil penting yang dibicarakan dalam RDP tersebut, diantaranya kepastian kesimpangsiuran nilai utang Pemkot yang beredar di tengah masyarakat. "Ada yang bilang utang bawaan 2019 itu nilainya Rp 80 miliar, juga Rp 50 miliar dan sebagainya. Padahal, nyatanya yang disampaikan BPKAD hanya Rp 25 miliar dan nilai itu dianggap sudah terprotec," aku Muhajirin.

Menurut Muhajirin,
angka utang Rp 25 miliar tersebut dapat diselesaikan pemerintah, dengan skema, mendapatkan tambahan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) triwulan
IV dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku
Utara, serta dana transfer
dari Pemerintah Pusat.

Muhajirin menyebutkan,
DBH Pemprov yang rencana
dicairkan Feberuari 2020, dengan nilai Rp 16 miliar,
ditambah nilai transfer DBH Pemerintah Pusat (Pempus) sekitar Rp 20 miliar. dengan besaran dana tersebut, bisa menutupi atau
melunasi utang Pemkot terhadap pihak ketiga. "Kalau DBH Provinsi Rp 16 Miliar dan Pusat diangka
Rp 20 miliar, malah jumlah itu akan surplus," katanya.

Namun, untuk menjaga
keseimbangan postur APBD, politisi PKB itu menyarankan pemerintah melalui
Bappeda perlu mengambil langkah-langkah stategis membintangi kegiatan-kegiatan
yang belum dianggap mendesak.

"Dibintangi dulu kegiatan yang belum penting dan mendesak dengan tujuan agar menutupi utang Rp 25 miliar tersebut. Nanti, setelah DBH triwulan IV dari Pemprov Rp 16 miliar dan transfer dana pusat Rp 20 miliar masuk, baru bintang itu dilepas dan kembali normal,” tandasnya. (beb/red)

Komentar

Loading...