Pansus I DPRD Usul Kantor Camat Sebagai Tempat Armada Damkar

Junaidi Bahrudin.

TERNATE-PM.com  Selain Persoalan Mobil Damkar yang dibahas
oleh Pansus I DPRD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dalam pertemuan dengan
agenda Pembahasan Ranperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya
Kebakaran di Kota Ternate. Pansus I juga nampaknya telah memiliki solusi untuk
meminimalisir potensi membesarnya Kebakaran yang sudah sering terjadi akibat
jarak dari lokasi Damkar yang terlalau jauh ke Kelurahan Lain.

"Kalau terjadi Kebakaran di daerah
Gambesi atau Sasa misalnya, Kita bisa menyuplai armada dari Kecamatan Ternate Selatan kalau
sektornya ada di kantor Camat Selatan," ungkap Ketua Panitia Khusus
(Pansus) I DPRD Kota Ternate, Junaidi Bahrudin kepada poskomalut.com, Kamis,
(12/03/2020).

Anggota Fraksi Demokrat ini juga menjelaskan terkait
Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pencegahan dan  Penanggulangan Kebakaran di Kota Ternate,
Pansus I DPRD telah memiliki beberapa catatan yang juga didapatkan setelah
melakukan pertemuan bersama Damkar kota Ternate.

Menurutnya, solusi untuk penanggulangan bencana
kebakaran yang berlokasi jauh dari Kantor Damkar bisa untuk dibuatkan satu Pos
yang dilengkapi dengan satu unit mobil Damkar serta petugas yang selalu siap
1x24 jam di setiap Kecamatan.

"Satu unit mobil ditempatkan di kantor
Camat  misalnya, tapi kalau dong datang
dari Kantor Damkar di Maliaro maka terlalu juah dan bisa-bisa rumah juga sudah
habis dilahap si Jago merah. Yang terjadi beberapa tahun terakhir kan seperti
itu,  akhirnya masyarakat menyalahkan
Damkar," tambahnya.

Selain Armada yang jauh jangkauannya,
peralatan Damkar juga masih sangat terbatas. Petugas Damkar yang melakukan  Pemadaman juga tidak dilengkapi dengan masker
oksigen,  padahal secara persyaratan dia
juga harus menggunakan masker akan tetapi itu juga tidak dilakukan.

"Dia padamkan kebakaran tanpa melindungi
pernapasan dia padahal itu banyak efek dari kebakaran yang melahirkan beberapa
dampak terhadap kesehatan. Jadi tadi kita membahas kondisi dan kebutuhan di
lapangan yang itu juga bagi Pansus akan di masukan ke  materi dalam Ranperda," tegasnya.

Yang menjadi kendala selain itu adalah soal
bak penampungan air yang juga perlu untuk disediakan. Dimana apabila terjadi
kebakaran, mobil Damkar yang biasanya keluar dari markas dengan kondisi tangki
penuh apa bila kehabisan air saat melakukan pemadaman maka sudah tidak perlu
kembali ke Markas lagi untuk mengisi air di Tangki Damkar.

"Mobil itu pas ada kejadian dia langsung
berpacu dengan kekuatan penuh. Tapi kalo abis dia masih balik di kantor lagi
karena tidak dibuat bak penampungan di beberapa titik distribusi sesuai dengan
sektor tadi. Jikalaupendekatan sektor itu adalah Kecamatan maka selain
penempatan Armada dan petugas juga kebutuhan-kebutuhan itu harus di buat
seperti bak penampungan untuk suplai air,” tutupnya. (OP-red)

Komentar

Loading...