TERNATE-PM.com, Ternate Festival Book Fest 2020 yang telah resmi digelar pada Senin, (10/02/2020) di Gedung Duafa Center, Kelurahan Gamalama, kecamatan Ternate Tengah, nampaknya juga sebagai salah satu bentuk dukungan untuk menjadikan kota Ternate sebagai kota Smart City. Selain itu, Festival yang akan berlangsung selama enam hari juga diramaikan dengan berbagai literasi Ternate, seperti life musik dan Sastra lisan.

Ketua Panitia Sahroni A. Hito mengatakan, digelarnya Festival tersebut sekaligus untuk menumbuhkan minat baca terhadap masyarakat yang berada di kota Ternate pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Selain itu, ada petua besar di kota Ternate yang juga akan disosialisasikan melalui musik qasida dan semangat musik yang bernuansa bahasa Ternate. “Suatu kebiasaan yang akan dilakukan secara berulang kali akan menjadi sebuah habitus. Dimana kebiasaan membaca jika dimulai dari sekarang maka hasilnya akan dinikmati kemudian hari setelah teman-teman membaca. Karena dengan membaca buku kita akan mengetahui segalanya,” ungkap Sahroni.

Terkait antusias masyarakat saat digelarnya Ternate Festival Book Fest 2020, Dirinya sangat terkejut melihat masyarakat yang rela menunggu berjam-jam sebelum dibukanya pameran buku di pagi hari. “Bicara antusias saya juga ikut terkejut, sebab awalnya saya berpikir kalau pecinta buku yang ada di kota Ternate tidak banyak seperti ini. Hari pertama waktu akan dibuka pada awalnya pukul 10:00 WIT, masyarakat sudah datang antri dari pukul 10:30 WIT, dan pembukaan di mundurkan lagi pada pukul 11:00 WIT ternyata masih banyak lagi masyarakat yang masih antri,” ungkapnya kepada poskomalut.com saat ditemui dilokasi Festival.

Sebelumnya, setelah dibuka selama empat jam, dari pukul 11:00 sampai 14:00 WIT, tercatat sebanyak 174 buku yang laris terjual. Hingga malam hari sebelum dibukanya Ternate Festival Book Fest 2020 secara resmi oleh Wali Kota, sebanyak 246 lebih buku yang berhasil terjual. “Jumlah ini belum termasuk setelah resmi dibukanya Festival oleh Wali Kota Ternate,” ujarnya.

Dalam kegiatan Ternate Festival BookFest 2020, adapun rangkaian kegiatan yang nantinya diisi dalam waktu beberapa hari ke depan selama berlangsungnya Festival, diantaranya life musik yang juga sekaligus untuk memperkenalkan literasi Ternate. Ada juga sastra lisan seperti Dorabololo, Nasehat dan ada juga dalam bentuk Dalil Tifa, Darul Lisan yang dimusikalisasi serta beberapa kolaborasi instrumen yang modern. “Jadi di Ternate Book Festival Fest 2020 ini juga sekaligus mensosialisasikan kepada Masyarakat kota terkait dengan sastra lisan Ternate,” terangnya.

Jumlah stok buku yang dimasukkan per eksemplar sebanyak 12.000, sedangkan judul buku sekitar 600-an yang berasal dari 20 penerbit Nasional. Festival tersebut juga berhasil digelar berkat dukungan dari teman-teman literasi Djogja yang mengsuport betul kegiatan di tahun ini dan rencananya akan terus disuport juga untuk tahun depan. Dalam kegiatan leterasi seperti ini juga menurutnya membutuhkan sikap dari Pemerinta Kota (Pemkot), mengingat agenda literasi festival buku seperti ini biasa disuport oleh Pemkot. “Tahun depan pak Wali inginkan persiapannya bisa lebih dari jauh hari agar kesiapan Pemkot lebih jelas terkait apa yang harus disiapkan,” tegasnya. (ris/red)