Satpol PP Ternate Tertibkan Pedagang Petasan dan Miras Saat Natal

Kasatpol_PP_Fandi

TERNATE – PM.com, Jelang perayaan natal dan tahun baru  Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) Kota Ternate, akan fokus melakukan penertiban pedagang petasan dan peredaran miras di wilayah Ternate. Kasatpol PP Kota Ternate, Fhandy Mahmud, saat diwawancarai Selasa (10/12/2019) menjelaskan, pihaknya akan menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan dan trotoar serta pedagang petasan. Hal itu akan ia lakukan karena ada surat edaran dari Direktorat Intelkam tentang penertiban pedagang penjual petasan. “Dan mungkin dalam minggu ini kita akan fokus pada pelaksanaan patroli pedagang yang berjualan di badan jalan sampai dengan trotoar, termasuk kawasan Toboko dan Mangga-Dua,” ungkapnya.

Selain
penertiban PKL dan pedagang petasan, Satpol PP juga fokus mengawasi peredaran
minuman keras (miras) saat perayaan puncak tahun baru. “Kita tahu natal dan
tahun baru sering terjadi aktivitas jual beli miras yang banyak,” tegasnya.

Dikatakan,
sejak September, Polda Malut juga sudah melakukan operasi pekat sehingga
pihaknya menunggu jadwal operasi Polda selesai barulah Satpol akan
berkoordinasi dengan Polres Ternate untuk melakukan operasi yustisi. 

“Kemarin
juga saya diperintahkan untuk memantau aktivitas di kos-kosan di wilayah
Ternate yang informasinya penghuni kos-kosan ada yang berpasang-pasangan tapi
belum menikah. Jadi kita start mulai minggu depan,” tutur Fhandy.

Ia
mengaku mulai pekan ini pihaknya sudah merazia PKL yang berjualan di badan
jalan dan trotoar, kemudian pekan berikutnya dilanjutkan dengan operasi di
kos-kosan. Setelah itu di pekan terakhir bulan Desember barulah ia bersama
jajarannya melakukan operasi petasan dan miras.

Ia  berharap tanggung jawab mewujudkan Ternate yang bebas tanpa penyakit masyarakat tidak hanya dibebankan kepada Satpol PP, tetapi semua OPD terkait juga bisa bekerja secara sinergi. “Kalau cuman berharap Satpol PP yang melakukan kegiatan tersebut, saya rasa kurang maksimal. Alangkah baiknya pihak kelurahan dalam hal ini RT/RW yang lebih fokus karena mereka yang lebih mengetahui penduduk pendatang baru,” ucapnya.(BeB/red)

Komentar

Loading...