Terkait Klaim Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Tunggu Jawaban BKPSDMD

Acound Representatif BPJS Ketenagakerjaan, Ajief Ahmad Zulkifli Dano.

TERNATE-PM.com, Menghadiri Pertemuan
bersama Komisi III DPRD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Kepegawaian
dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD), Rabu, (22/01/2020). Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kota Ternate menjelaskan terkait Klaim
yang dilakukan oleh peserta BPJS terkendala akibat doble ke pesertaan.

Kepada poskomalut.com , Acound Representatif
BPJS Ketenagakerjaan,  Ajief Ahmad
Zulkifli Dano mengatakan, permasalahan terkait dengan Klaim peserta BPJS saat
ini terkendala pencairannya akibat adanya doble peserta yang baru ditemukan
oleh BPJS sehingga berkasnya masih sementara dilengkapi.

"Belakangan baru ditemukan kendala  dalam klaim kematian yang ternyata sudah
didaftarkan juga di PTT kota Ternate BKPSDMD, jadi ada doble peserta gitu", ungkapnya.

Ajief menambahkan, peserta pada saat melakukan
klaim juga terkendala dengan status yang masih aktif di BKPSDMD. Menurutnya BPJS
juga sementara masih melakukan koordinasi dengan BKPSDMD terkait kelengkapan
berkas dan pelaporannya karena mengingat pada saat itu pelaporan BKPSDMD masih
sampai bulan Agustus 2019, sehingga masih bisa diklaim karena laporan tersebut masuk sejak awal
meninggal dunia.

Setelah dilakukan hering bersama DPRD, peserta
yang masih berstatus aktif rencananya akan dinon aktifkan untuk mempermudah
proses klaim jaminan kematian.

"Sementara yang bermasalah juga masih
akan kami lakukan koordinasi dulu dengan BKPSDMD terkait kelengkapan berkas dan
pelaporannya. Setelah hering bersama DPRD baru didapatkan titik temu bahwa yang
berstatus aktif di BKPSDMD akan dinon aktifkan dalam waktu dekat atau
bagaimana, agar mempermudah proses klaim jaminan kematian", terangnya.

Pada bulan Desember 2019 lalu, BPJS juga sudah
mempunyai PP baru yaitu PP 82. Dimanah untuk peserta yang meninggal dunia
setelah (02/12/2019) santunannya berubah dari 24 juta menjadi 42 juta.

Selain itu, adapun perubahan dimanah sebelumnya  beasiswa bagi kepesertaan yang meninggal dunia setelah lima tahun dan mendapatkan Rp.12 juta, sekarang berubah menjadi tiga tahun dan mendapatkan Rp.176 juta untuk dua orang anak yang dulunya hanya kepada satu orang anak saja.

Tunjangan yang akan diberikan juga dilihat berdasarkan kejadian yang dialami oleh peserta apa bila sakit maka harus dibuktikan dengan keterangan dari Dokter maupun pihak rumah sakit.

 "Tidak ada syarat mesti berapa lama baru bisa mendapatkan santunan apabila meninggal dunia, bila menjadi peserta dibulan ini dan meninggal bulan depan langsung mendapatkan santunan. Beasiswa bagi kepesertaan yang meninggal dunia setelah lima tahun dan mendapatkan Rp.12 juta, sekarang berubah jadi tiga tahun saja dan mendapatkan Rp.176 juta untuk dua orang anak yang dulunya hanya kepada satu orang anak saja",  tutupnya. (Op-red)

Komentar

Loading...