Ternate dan Halteng Masuk Kawasan Geopark Nasional

Kawasan Batu Angus yang dusuklkan menjadi spot geopark nasional. Foto; Documen

TERNATE - PM.com, Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) diusulkan menjadi geological park (Geopark) nasional. Ketua Tim Pengusulan Geopark, Abdul Kadir D. Arif mengatakan, diusulkanya dua daerah tersebut sebagai kawasan Geopark Nasional karena memiliki khasanah geologi yang dianggap memenuhi strandar konservasi, edukasi dan riset.

Menurutnya, di Ternate spot yang diusulkan
geopark ada di depan Benteng Kota Janji, Kelurahan Ngade dan kawasan Batu
Angus, tepatnya di area Belakang Bandara Sultan Babbullah Ternate. Sedangkan di
Halmahera Tengah, spot yang diusulkan ada di kawasan Goa Boki Maruru.

Dijelaskan, untuk wilayah Kota Ternate
memiliki kesamaan dengan lokasi geopark di Hawai, Kawasan Oseania, salah satu
Negara Bagian yang terpisah dari Benua Amerka. Kota ini juga memiliki lava
tube, atau saluran alami lava yang terbentuk saat lava bergerak kebawah
permukaan. 

“Jadi aliran lava di bawah permukaan yang
mengalir sampai ke laut dan itu menjadi satu hal yang luar biasa. Saya dapat
informasi dari teman-teman Dodoku Dive Cernter, di muka spot kota janji
(Perairan Kelurahan Ngade), ada namanya Pinnacle, itu tiang-tiang yang
terbentuk di dalam yang dibentuk oleh aliran lava, ini luar biasa. Karena di
Hawai itu kita dapatnya di Darat. Di Ternate, ada taman laut yang dibentuk oleh
aliran lava, itu luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, lava tube di kawasan Ternate
akan menjadi spot andalan untuk diusulkan sebagai kawasan geopark nasional.
Sementara di kawasan batu angus sendiri, saat ia turun ke lapangan melakukan
pemetaan geoside. Ia menemukan ada lubang goa. “Itu menjadi ciri, salah satu
type torang namanya adalah aa-lava, dan itu berkembang hanya beberapa wilayah
di Dunia, termasuk di Ternate. Tidak semua yang punya wilayah tipe itu,”
ucapnya.

Disentil mengenai proyek reklamasi yang
dirancang akan dilakukan sampai ke arah Kelurahan Sasa? Abdul Kadir
mengungkapkan sebelumnya ia bertemu dengan Walikota Ternate, Burhan Abdurahman
membicarakan potensi alam tersebut. “Saya sudah tekankan ke Pak Wali Kota, dan
pak Wali sangat respon terhadap geopark. Pak Wali sampaikan bahwa di ujung
reklamasi Kalumata itu akan dibiking taman wisata Agripark Das Center. Jadi
kemungkinan besar wilayah yang tadi yang saya sebutkan di depan Kota Janji akan
tidak tersentuh dengan reklamasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, tujuan Ternate diusulkan
menjadi kawasan geopark nasional adalah untuk kepentingan konservasi, edukasi
dan riset. “Jadi itu kemungkinan besar tidak tersentuh karena semangat pak wali
terakhir itu seperti itu, tapi jaminannya kita harus sama-sama kawal. Jangan
sampai itu menjadi bahasa politik yang enak saja,” ucapnya.

Sedangkan di wilayah Halteng sendiri, ia
bersama rekan-rekan timnya juga mengusulkan Goa Boki Maruru sebagai kawasan
geopark. Saat ini sudah masuk dalam proses pengesahan data tambahan. “Bedanya
Ternate dengan Halteng itu, Ternate diusulkan dalam bentuk Geo Haritage sebagai
warisan geologi dari larva-nya, di Halteng diusulkan sebagai kawasan Bentang
Alam Karst dari Gua Boki Maruru,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bentng alam karst di Goa Boki Maruru cukup unik, karena ada batu camping membentuk goa dengan ornament sehingga layak disebut alam karts. “Di Malut, baru dua, Ternate dan Halteng, sebetulnya kembali ke Pemerintah Daerah masing-masing, bicara potensi maka semua daerah punya itu. Cuman itu Pemerintahnya harus serius terhadap itu tidak,” pungkasnya. (Cha/red)

Komentar

Loading...