Truk Pengangkut Material di Kalumata Robohkan Tiang Telkom

Tiang Telkom yang roboh dan menimpah mobil pengangkut material Galian C

TERNATE-PM.com, Salah satu mobil pengangkut material yang beroperasi pada lokasi galian C di kelurahan Kalumata, Kota Ternate tepatnya RT 08 merobohkan tiang listrik milik Telekomunikasi (Telkom) Kamis, (13/02/2020). Akibat dari insiden tersebut aktivitas lalulintas di jalan belakang menuju kantor DPRD Kota Ternate mengalami kemacetan yang cukup panjang.

Kemacetan yang begitu panjang pengangkutan material dihentikan sementara waktu, sambil menunggu pihak terkait datang untuk memperbaiki.

Salah satu saksi mata, Sase (50) mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10:15 WIT. Saat kejadian, Dirinya sementara berada di dalam kios mengira bahwa sedang terjadinya gempa bumi, karena tiang yang roboh berada tepat di samping kiosnya miliknya.

"Saya awalnya kira gempa dan langsung keluar, pas sampai diluar baru lihat mobil pengangkutan material yang masuk ke dalam dan baknya tersangkut (tagate) di kabel yang berada tepat di atas jalan," jelasnya kepada poskomalut.com.

Sase menambahkan, insiden yang terjadi beruntung ada salah satu mobil pengangkut material yang juga berada di depan kiosnya, sehingga tiang yang roboh tidak sampai ke tanah karena tertahan di bak mobil tersebut.

"Tadi kalau tra ada mobil ini berarti kabel juga bisa ikut putus," tuturnya.

Sementara itu Lurah Kalumata Ade Bayau, yang langsung turun ke lokasi membenarkan insiden tersebut, dimana pada awalnya mobil pengangkut material yang melewati jalur tersebut akibat kabel milik Telkom yang terlalu rendah, sehingga menyangkut di bak mobil tersebut dan tiang Telkom roboh.

"Akibat dari robohnya tiang telkom tersebut untuk sementara aktivitas pengangkutan material di galian C dihentikan sambil menunggu proses perbaikan dilakukan oleh PLN maupun Telkom," tegasnya.

Lurah menambahkan, tiang milik Telkom yang ditanam juga bisa roboh kapan saja dikarenakan tiang yang ditanam berada pada lokasi yang tidak terlalu steril.

"Tiang ini kan bisa roboh kapan saja kalau terjadinya hujan karena lokasi tiang yang berada di samping jalan yang rawan terjadi longsor," terangnya.

Saat dikonfirmasi poskomalut.com, pengawas dari PT. Lalefa Indah Lestari, David juga membenarkan penghentian sementara proses pengangkutan material di galian C untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita hentikan dulu sementara dari pada nanti ada korban. kalau sudah diperbaiki baru dilanjutkan lagi aktivitas pengangkutan lagi," ungkapnya.

Atas insiden tersebut, David meminta maaf kepada masyarakat yang terkena dampak.

"Kita dari perusahaan meminta maaf atas insiden yang terjadi dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Kita akan berupaya secepat mungkin untuk menanggulangi permasalahan ini," tutupnya. (OP-red)

Komentar

Loading...