SOFIFI-PM.com, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, mengaku berenergi untuk menyukseskan pelaksanaan STQ Nasional di Sofifi pada 16 Oktober 2021 mendatang, karena banyak tamu yang bakal datang untuk menyaksikan pelaksanaan STQ Nasional tersebut.
Buktinya, sejumlah daerah telah mengonfirmasi kedatangan mereka pada panitia daerah. Misalnya kafilah dari Papua yang akan datang untuk menyaksikan STQ Nasional di Sofifi sebanyak 80 orang lebih. Jumlah ini jauh dua kali lipat dari prediksi Pemprov Malut.”Dari Papua telah melaporkan sekitar 80 orang lebih, dan kami sampaikan ke mereka bahwa tempat tinggal yang kami siapkan hanya untuk peserta dan pendamping STQ. Tapi dong bilang itu tidak masalah,”kata Gubernur Malut AGK, kemarin.
Bukan hanya Papua, namun utusan dari sejumlah daerah juga telah datang dan mengecek infrastruktur dan fasilitas tempat tinggal yang disiapkan pemprov. Sebut saja utusan dari Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat dan beberapa daerah lainnya juga telah datang. ”Papua saja jumlah yang cukup banyak apalagi daerah-daerah lain yang penduduknya padat, dipastikan akan banyak yang datang untuk saksikan STQ Nasional di Sofifi,”bebernya.
Gubernur mengaku respon baik dari daerah lain ini membuatnya terus berenergi, sehingga setiap hari melakukan pemantauan pembangunan infrastruktur, salah satunya Masjid Raya Sofifi. ”Saya setiap hari pantau progres pembangun Masjid Raya Sofifi, dan saya sangat optimis infrastruktur rampung sesuai target,”kata gubernur.
Sementara Sekertaris Daerah Provinsi Malut, Samsuddin A Kadir menambahkan, pelaksanaan STQ Nasional di Sofifi nanti masih dalam pandemi Covid-19. Lantaran itu panitia daerah juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan rumah sakit baik rumah sakit.”Di APBD perubahan 2021 ini kami usulkan anggaran untuk kesehatan baik di RSUD Chasan Boesoirie maupun RSU Sofifi dan Dinas Kesehatan Malut, “ungkapnya.
Pelaksanaan STQ Nasional nanti peserta STQ akan ditest antigen secara berkala untuk mengatasi penularan Covid-19.”Peserta dan pendao akan selalu test antigen setiap dua hari sekali, bahkan orang yang masuk ke areal acara juga harus punya hasil tes antigen,”ungkapnya.(iel)

Tinggalkan Balasan