TERNATE-PM.com, Forum Pemerhati Jasa Konstruksi (FPJK) Maluku Utara menyoroti proses pekerjaan jalan lingkar Pulai Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, di depan kantor Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) Malut, Senin (6/9/2021), diwarnai dengan tindakan upaya pencegatan oleh oknum yang diduga pereman.

Kejadian bermula saat masa aksi tengah menyampaikan gagasan kritis terkait problem pekerjaan jalan lingkar Pulau Obi. Di mana menurut FPJK, pelaksanaan pekerjaan jalan yang bersumber dari APBN dengan nilai Rp35.670.761.000 dengan nomor kontrak HK.02/E498679/PPK2.4/2021/PKT03 yang dikerjakan PT Kalapa Satangkai Makmur Sejahtera dan PT Sehebeley Utama Perkasa, itu bahwa pada pelelangan paket terkesan dipaksakan oleh BPJN Malut.

Pasalnya, beberapa dokumen penting sebagai persyaratan administari seperti izin Anialis Dampak Lingkungan (Amdal) dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sampai saat ini belum dikantongi.

“Satu proses yang tidak wajar ketika paket jalan lingkar Pulau Obi dipaksakan untuk ditenderkan. Maka menurut kajian kami, bukan hanya soal izin. Tapi BPJN Malut diduga kuat tidak melakukan Survei Investigasi Desain (SID), karena dengan survei ini akan melahirkan beberapa dokumen perlengkapan. Selanjtunya dimuat dalam dokumen perencanaan,” ungkap Juslan Latif dalam orasinya.

Koordinator aksi, Wahyudin M DJen menyampaikan, proses pekerjaan jalan lingkar Pulau Obi ada dugaan kuat  syarat dengan konspirasi.

“Menjadi tidak masuk akal ketika pelaksanaan proyek berjalan tetapi izinya tidak lengkap. Ini menimbulkan pertanyaan besar dibenak publik, toh kenapa persyaratan administrasi belum dikantongi tapi sudah ditenderkan dan dekerjakan terlebih dahalu,” bebernya.

Usai berorasi, Wayudi yang turun dari mobil pick up langsung dihampiri dua orang tidak dikenal berpakaian preman dan memakai rambut palsu (wig). Terlihat satu oknum yang memakai kameja biru jaket hitam berupaya mencegat korlap untuk menghentikan gerakan mereka (FPJK).

“Dong (mereka) suru hentikan aksi, baru mau amankan saya. Tapi saya tara (tidak) mau,” kata Wahyudi.

Melihat ada upaya menggagalkan aksi yang oleh mereka (FPJK) disebut murni keterpanggilan moril itu, Sartono Halek lantas naik pitam lalu dengan tegas menyatakan dalam orasinya, tidak gentar terhadap pihak-pihaknya yang mencoba mencegat gerakan mereka.

“Jika kehadiran kami hari ini dicekal oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, saya katakan sedikit pun kami tidak gentar,” ungkapnya dengan tegas.

Lanjtunya, kehadiran FPJK Malut tidak menolak pekerjaan jalan lingkar Pulau Obi. Namun pihaknya sangat menyangkan prosedural pekerjalan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur.

Selain itu, kata Tono, pihaknya bakal menyurat ke Kemetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI untuk memblacklist para rekanan yang ikut dalam tender proyek pekerjaan jalan lingkar Pulau Obi.

“Untuk itu, pada kesempatan ini kami meminta kepada Kepala BPJN Malut segera menghentikan sementara proyek pekerjaan jalan lingkar Pulau Obi,” tegas Tono. (VhR/Red)