TERNATE-pm.com, Para akademisi, politisi dan pengusaha muda Gane kembali menggaungkan pemekaran Daerah Otomi Baru (DOB).
Mereka, para muda yang tergabung dalam Komite Gane Raya tampak serius bersepakat dan menganggap saat ini momentum paling tepat untuk menyuarakan pemisahan wilayah atau pemekaran menjadi kabupaten baru.
Ini dilihat dari pertemuan Komite Gane Raya yang digelar di Kota Ternate, Rabu (25/10/2023). Di mana Muhsin Bailusi dipercaya sebagai ketua komite.
Muhsin menjelaskan, salah satu alasan paling mendasar permintaan DOB Gane Raya adalah rentang kendali. Sementara, dari sisi administrasi untuk medorong DOB, Gane Raya sudah memenuhi unsur pemekaran, karena mempunyai tujuh kecamatan.
Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2007 menyebutkan, syarat pembentukan sebuah kota diisyaratkan empat kecamatan, sedangkan kabupaten adalah lima kecamatan.
Lanjutnya Muhsin regulasinya, pemekaran sebuah DOB harus disetujui daerah induk. Kedua, ketika daerah itu dilepas tidak merugikan daerah induk.
“Gane Raya terdapat tujuh kecamatan. Saya rasa dari sisi administrasi sudah terpenuhi dan ini merupakan momentum penting bagi kami generasi muda Gane untuk membangkitkan semangat juang agar bisa menghasilkan DOB yang sudah diperjuangkan pada 15 tahun lalu,” ungkapnya.
Kajian DOB Gane Raya sudah ada sejak 2005, DOB. Saat itu tim yang melakukan kajian dipimpin Prof Eko Prasojo (Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI).
Ketika itu, ketua tim kajian sudah menyampaikan sejumlah pertimbangan positif di depan panitia khusus DPRD Halmahera Selatan yang dipimpin Salim H. Hasan.
Dalam dokumen kajian kala itu masih terdapat beberapa kekurangan. Salah satunya menyangkut data kependudukan. Kurangnya dokumen kajian itu akan segera dilengkapi, sehingga syarat pengajuan Gane Raya sebagai DOB bisa terpenuhi.
“Komite Gane Raya akan memperjuangkan DOB ini melalui Pemkab dan DPRD Halmahera Selatan, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI,” ucapnya.
Dirinya menyebut, memang saat itu jumlah penduduk Gane belum mencukupi 30 ribu pada saat kajian yang dipimpin Eko Prasojo tengah berlangsung.
“Dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nanti dilakukan penyusunan kembali baik dari pendapatan, infrastruktur, sosial dan budaya,” sebutnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair itu membeberkan fakta yang menjadi asalah kuat Kabupaten Gane dibentuk yakni masyarakat di Gane Timur atau Kepulauan Jorongahendak melakukan pengurusan administrasi di kantor pemerintahan harus menempuh perjalanan yang panjang dan biaya yang tidak sedikit untuk sampai ke Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan.
Selain itu, layanan kesehatan dan belum maksimalnya pemanfaatan potensi juga menjadi penyebab, karena mesih ketegantung pada Labuha. Kata dia, pemekaran adalah solusi mengatasi rentan kendali di daratan Gane.
“Dari kecamatan yang satu ke kecamatan lain itu harus butuh transportasi laut. Alasan inilah sehingga Gane Raya sudah harus dimekarkan.


Tinggalkan Balasan