SOFIFI-PM.com, Lakalantas speedboad sering terjadi di wilayah perairan laut Maluku Utara, baik rute Bastiong- Rum, Mangga dua-Sofifi, Kota Baru- Guraping, Dufa-Dufa- Jailolo dan Gamalama- Sidangongli, perlu ada kontrol dari petugas dinas perhubungan maupun di Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) berada di pelabuhan.
Ketua umum DPD IMM Malut, Alfajri A. Rahman, Senin (30/8) mengatakan, kecelakaan laut sering terjadi di wilayah Malut, sehingga petugas berada di pelabuhan harus lebih waspada dan selalu mengecek speedboaad ketika berangkat ke rute yang sedang ditujuh.
“Kami minta petugas harus sering kontrol speedboad, ketika giliran mengangkut penumpang, jangan hanya menyuruh para penumpang naik, tapi ketika dalam perjalan mesin mati bahkan tidak hidup,”ujarnya.
Menurutnya, semestinya petugas lebih intens dalam mengawal jangan selalu paksakan para penumpang untuk membayar karcis, namun kenyamanan dan keaman tidak sesuai kenyataan.
“ Yang menjadi masalah saat ini di petugas kita nanti terjadi kecelakaan laut baru kontrol dilapangan dijalankan,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, kapasistas penumpang speed tiga mesin menampung 16 orang menjadi 18 orang di tambah lagi dengan dua ABK speedboad.”Kami minta harus ada kontrol serius dari petugas baik dishub, dan KPLP di masing-masing pelabuhan ,” tukasnya.
Selain itu, dia memambahkan, ruang tunggu yang semestinya menjadi tempat istirahat bagi penumpang sudah menjadi tempat tidur bahkan ada juga yang berjualan di dalam ruang tunggu. Sebab lapak yang telah disediahkan itu sebagai tempat untuk memebeli karcis. “Saya kira ini terjadi di pelabuhan semut mangga dua dan pelabuhan speedboad sofifi,” terangnya.(iel/red)

Tinggalkan Balasan