TOBELO-pm.com, Salah satu warga nelayan asal Desa Igo, Kecamatan Loloda Utara, Halmahera Utara Yolap Togolo (65) ditemukan tewas terapung diperairan Pasifik atau depat di Desa Posi Posi Rao Kepulauan Morotai, Sabtu (03/06/2023). Yolap sempat dikabarkan hilang selama enam hari.

Informasi yang diperoleh, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa Titigoli, Kecamatan Morotai Jaya, Roby Toni (38) pada pukul 17:00 WIT. Sabtu, 3 Juni 2023  saat hendak mengantar anaknya yang bersekolah di Desa Wayabula menggunakan motor laut sekitar pukul 16:20 WIT.

Pada pukul 16:30 WIT, saat di depan Desa Posi-posi Rao menyeberang dari arah Wayabula ke Desa Saminyamau, tiba-tiba perahu yang ditumpangi itu berpapasan dengan sesosok mayat yang mengapung.

Ia pun menyampaikan kepada motoris agar perahu yang ditumpangi dipelankan kemudian menghampiri jasad tersebut.

Saat itu juga, ia minta pertolongan kepada teman-teman semua melalui video yang dikirimkan melalui pesan grup WhatssAp yang mungkin bisa mengenali yang bersangkutan. Dikarenakan mayat sudah timbul di permukaan air, lalu ia meminta bantuan kepada warga Posi Posi untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

Pada pukul 17:10 WIT, Kapolsek Morselbar IPTU Marsudin beserta Tiga anggota dan dibantu Plh. Danramil 1514-03/,Wayabula Pelda Paulus Lenahatu beserta 2 orang anggota tiba di TKP, kemudian pukul 17:25 WIT, jazad korban berhasil dievakuasi ke Desa Posi Posi, Pulau Rao.

Selanjutnya, pukul 19:10 WIT, jazad korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa menuju Desa Igo, Loloda Utara, Halmahera Utara.

Koordinator Pos SAR Tobelo, Muhammad Rizal Kamis dikonfirmasi membenarkan korban hilang selama enam hari, dan ditemukan sudah tewas terapung.

“Iya benar sudah ditemukan, dan kami sudah serahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan,” ujar Rizal.

Rizal menyebutkan, dengan dievakuasi dan diserahkannya korban ke pihak keluarga, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Selanjutnya seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Korban hilang sudah 6 hari terhitung dari hari Senin, 29 Mei 2023 pada saat memancing di perairan Loloda menggunakan perahu sampan. Saat ini, pihak keluarga korban sudah menerima informasi dan hari ini juga pihak keluarga sudah dalam perjalanan untuk menjemput dan dibawah untuk di semayamkan,” tukasnya.