TIDORE-pm.com, Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt H. Ali Ibrahim resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 pada paripurna ke 8 masa persidangan III.
Penyampaian Ranperda berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Senin (3/7/2023).
Dalam pidatonya, Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt H. Ali Ibrahim menguraikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022, terdiri dari realisasi pendapatan daerah sebesar Rp943.990.045.172,00 atau 103, 76% dari jumlah yang dianggarkan.
Pendapatan Kota Tidore Kepulauan pada 2022 melebihi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp34.176.325.983,00. Realisasi belanja dan transfer tahun anggaran 2022 sebesar Rp954.140.194.420,00 atau terealisasi sebesar 94,22% dari jumlah yang dianggarkan.
Sementara, pada 2022 terjadi penghematan belanja sebesar Rp58.545.264.881,00. Realisasi pembiayaan neto 2022 sebesar Rp102.894.038.481,00 atau 100,02% dari jumlah yang dianggarkan. Pada tahun anggaran 2022, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp92. 743.889.233,00-,.
Posisi keuangan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebagaimana yang dituangkan dalam neraca daerah per 31 Desember 2022 adalah; nilai total aset yang dimiliki Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp2.049.000.204.445,00, nilai total kewajiban daerah sebesar Rp10.353.457.548,00 dan nilai total ekuitas/kekayaan bersih sebesar Rp2.049.000.204.445,00-,.
Lebih lanjut, Ali Ibrahim menyampaikan, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 ini disampaikan untuk dibahas bersama DPRD, namun telah terlebih dahulu diaudit BPK RI Perwakilan Maluku Utara, dan atas audit LKPD 2022. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan masih mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke 9 kali beruntun.
Selain prestasi WTP, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrim dari 7,34% menjadi 5,99%, penurunan angka pengangguran dari 5,95% menjadi 3,1% dan penurunan stunting yang sangat signifikan ari 25,1% menjadi 19,1%.
“Dengan hasil tersebut, diharapkan mampu menjadi motivasi bagi kita semua, terutama ketaatan dan kepatuhan kita dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD, sehingga kita tidak mencederai amanat yang telah diberikan oleh rakyat Kota Tidore Kepulauan,” tutur Ali Ibrahim.
Sementara, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas capaian yang telah diraih pemerintah kota, mempertahankan opini WTP yang telah diraih 9 kali berturut-turut.
“Hal ini menunjukkan bahwa roda pemerintahan telah dikelola secara akuntabel. Untuk itu atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dan konsistensi yang telah dilakukan,” ucap Abdurrahman Arsyad.

Tinggalkan Balasan