LABUBA-pm.com, Pasca pengumuman hasil putusan sengketa Pilkades Halmahera Selatan, calon kepala Desa Belang-Belang di Kecamatan Bacan, Nurjana Korma yang kalah gugatan harus menerima kenyataan pahit.
Pasalnya, cakades nomor urut 01, setelah gagal tumbangkan cakades petahana Suaib Yunus dalam sengketa Pilkades itu harus menyapu dada, karena rumahnya yang terletak di RT 03 Desa Belang-Belang dikabarkan ludes dilahap api.
Pelaku pembakaran sampai sekarang belum diketahui.
Hal ini disampaikan Nurjana Korma kepada sejumlah media Rabu, (11/01/2023). Ia mengaku terkejut dikabarkan rumahnya dibakar oleh orang yang tidak dikenal (OTK).
“Kejadian kebakaran itu sekitar pukul 01.00 WIT Rabu, (11/01/2023) malam. Saya dikabarkan lewat telepon oleh salah satu warga, bahwa rumah saya terbakar, namun belum mengetahui penyebab dan pelakunya,” aku Nurjana.
Menurut Nurjana, kobaran api itu menghanguskan isi rumah semi permanen (Setengah papan dan batu bata) dua kamar yang berisikan matrial balok dua kubik dan papan satu kubik ikut ludes dilahap.
“Memang kerugian belum dirinci, tetapi ditaksir puluhan juta, masalah kebakaran ini kami akan laporkan ke Polres Halsel untuk melakukan penelusuran dan mengungkap pelaku yang sengaja membakar untuk diproses hukum,” pungkasnya.
Diketahui informasi yang berhasil dihimpun poskomalut.com menyebutkan, puluhan pendukung Cakades Nurjana merasa kecewa dan menghancurkan sejumlah perabot dapur milik desa (PKK), atas putusan sidang yang diumumkan pemenang gugatan oleh cakades incumbent Suaib Yunus.
Tidak hanya perabot dapur milik desa, sejumlah warga yang hingga saat ini belum diketahui indentitas ikut merusak fasilitas kantor desa dan polindes.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan IPTU Dwi Aryo Wibowo dikonfirmasi mengatakan, pelaku pembakaran rumah masih didalami aparat kepolisian Polres Halsel.
Sementara untuk kronologi pengrusakan fasilitas umum, sambung Kasat Reskrim, sejumlah masyarakat enggan menerima hasil keputusan pemilihan kepala desa oleh panitia sengketa Pilkades Kabupaten Halmahera Selatan.
“Untuk oknumnya kami masih lakukan penyelidikan, mencari siapa saja yang terlibat. Sementara untuk kronologinya kemarin dan hari ini ada beberapa masyarakat yang tidak terima terhadap putusan Pilkades kemarin, sehingga melakukan pengerusakaan fasilitas umum di Desa Belang-Belang itu,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan