poskomalut.com
baner header

23 Kades Tikep Terpilih Dilantik

TIDORE-PM.com, Sebanyak 23 Kepala Desa terpilih di sejumlah Kecamatan di wilayah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) hasil pemilihan Kepala Desa ( Pilkades) pada 26 Oktober, dilantik.

Kepala Desa yang diangkat dan dilantik sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota Tidore Kepulauan Nomor : 189.1 Tahun 2019 masa Bhakti 2019-2025 masing-masing Kecamatan Tidore Utara, Kepala Desa Maitara Safrisal Ibrahim, Desa Maitara Tengah Muchlis Malagapi, dan Desa Maitara Utara Riski M. Nur; Kecamatan Oba Utara, Kepala Desa Oba Sabtu Kene, Desa Akekulano Nimrot Maliku dan Desa Gosale Estepanus Gabinae, Kecamatan Oba Tengah Kepala Desa Lola Irwan Ajam, Desa Beringin Jaya Muhammad Judda, Desa Tauno Nasrun Hamzah, Desa Fanaha idris Mahmud, Desa Yehu Man Taher dan Desa Siokona Marlin Landia, Untuk Kecamatan Oba, Kepala Desa Woda Umar Syarif, Desa Gita Ade M. Rasyid, Desa Toseho Taufik Halil, Desa Kususinopa, Bahrun Rumput, Desa Todapa Risal Ibra, Desa Talasi Hamja Salasa, Desa Sigela Yef Amir Nasir dan Desa Talagamori Iswan Jafar, sementara untuk Kecamatan Oba Selatan, Desa Maidi Abdullah Yakub, Desa Lifofa iksan Selang dan Desa Selamalofo Asrul M. Halek.

 Wali kota Tidore H. Ali Ibrahim ini, Kepada Kepala Desa yang baru dilantik, agar dapat membawa wajah dan pemikiran yang aktual dalam mengisi Pembangunan di wilayah Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Desa masing-masing sehingga mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menegaskan, penggunaan Dana Desa menjadi perhatian serius pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Aparat penegak Hukum. Untuk itu, Kepala Desa harus memastikan penggunaan Dana Desa sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

 Wali kota H. Ali Ibrahim juga berpesan, agar setiap permasalahan Desa harus diselesaikan dengan hati dan pikiran terbuka dan secara berjenjang. “Jika ada masalah diupayakan diselesaikan di tingkat Desa atau Kecamatan, hindari budaya lapor melapor berdasarkan prasangka dan kabar-kabar yang tidak jelas, terus bangun transparasi dalam pengelolaan keuangan Desa sehingga bisa ditrima semua pihak” tutup Ali Ibrahim. (mdm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: