TERNATE-PM.com, Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, diminta agar secepatnya merealisasikan anggaran stimulan yang diperuntukan bagi korban yang rumahnya rusak parah akibat diterjang angin Jumat (16/4/2021) pekan kemarin

Wakil ketua komisi III DPRD Kota Ternate Fahri Bachdar, kepada wartawan Rabu (21/4/2021) mengatakan, cuaca ekstrim yang menyebabkan puluhan rumah warga rusak berat itu juga, oleh pihaknya bahkan telah turun langsung kelapangan guna melakukan pemantauan, serta berkordinasi dengan BPBD untuk mengambil langkah.

Dari hasil kunjungan kelapangan,rata rata rumah warga yang rusak akibat diterpa angin kencang kebanyakan pada bagian atap rumah yang mengalami kerusakan parah. Diantaranya di Kelurahan Jambula 16 rumah, Takome 1 rumah, kemudian satu rumah di Kelurahan Gamalama.

Kerusakan rumah warga itu, berdasarkan penjelasan BPBD juga telah turun langsung kelapangan guna melakukan verifikasi data. Dan hasilnya sudah disampaikan ke bagian keuangan. Olehnya itu, pihaknya meminta agar alokasi anggaran stimulan yang diberikan kepada warga itu juga secepatnya direaliasikan, guna membantu warga yang tertimpa musibah, dapat merehabilitasi rumah mereka.

Dikatakan Fahri, dalam pemantauan dilapangan itu, oleh pihaknya juga menemukan salah satu rumah di Kelurahan Sasa RT03/RW01 atas nama Ilyas Sangaji yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya katup rumah warga yang rusak parah itu sementara ditutupi dengan terpal. Hal ini tentunya butuh perhatian serius Pemda dengan secepetnya merealisasikan anggaran rehabilitasi rumah warga itu.

Selain rumah warga yang mengalami rusak parah, ada juga salah satu bangunan rumah guru Madrasah Ibtidayah yang terletak di Kelurahan Sasa, yang juga rusak parah. Ini juga telah dipantau oleh pihak Kemenag Malut yang rencananya juga bakal direhabilitasi. Akan tetapi, dengan kondisi bangunan yang terlihat sudah dimakan usia, dia berharap agar rehabilitasi nantinya juga bukan hanya sebatas bagian katup saja, namun perlu rehabilitasi total. Mengingat fasiltas yang rusak itu, untuk kepentingan dunia pendidikan.

Ia juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dapat memperhatikan pepohonan penghijauan, dengan melakukan pembersihan rantin-ranting dahan pohon. Mengingat guna disertai angin kencang ini dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa menimpa orang ataupun kendaraan yang tengah melintasi, sehingga perlu dilakukan pembersihan sebelum jatuh korban.(Sm/red)