TERNATE-pm.com, Polemik tarik lahan kantor DPD Gerindra Maluku Utara oleh pemlik telah usai. Ini setelah pihak Muhaimin Syarif telah pembayaran lahan yang terletak di Sofifi sebesar Rp1,8 miliyar pada Kamis (7/7/2022).
Arsad Sanaky, Koordinator Pembangunan Kantor DPD Gerindra di Sofifi mengatakan, pihaknya baru saja selesaikan pembayaran lahan yang sempat menjadi polemik beberapa waktu kemarin.
Arsad menerangkan, polemik lahan yang sempat diberitakan beberapa media kemarin tidak berkaitan dengan proses pembayaran oleh DPD Gerindra.
“Itu hanyalah masalah internal pemilik lahan, karena itu persoalan ahli waris. Jadi biasalah ada sebagian yang tidak setuju, ada juga setuju. Tapi setelah mereka berembuk secara keluarga, akhirnya sudah disepakati dan sudah selesai diberikan serah terima pembayarannya. Jadi persoalan itu sudah terselesaikan,” ujar Arsad dalam jumpa pers di Sekretarian DPD Gerindra, Kota Ternate, Kamis (7/7/2022).
Senada, Juru bicara DPD Gerindra Malut, Iki Sukardi menekankan polemik lahan bukan pada keterlambatan pembayaran. Namun sebagian ahli waris belum menyetujui lahan tersebut dijual, sehingga sempat terjadi pemalangan.
“Kemarin lahan itu mau dijual Rp2 miliar. Setelah tawar menawar akhirnya dikurangi menjadi Rp1,8 miliar, dan uangnya sudah kami berikan kepada mereka (ahli waris),” ucapnya.



Tinggalkan Balasan