MOROTAI-pm.com, Dua pejabat di lingkup Pemda Pulau Morotai ternyata membela kebijakan Plt Sekda, Suryani Antarani terkait tidak dibayarkannya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TTP).
Padahal, TTP merupakan kewenangan daerah untuk memberikan kepada pegawai jika ternyata pemerintah daerah memiliki kelebihan anggaran.
Adapun, kedua pejabat yang mendukung kebijakan Sekda adalah Kadis Pertanian, Anwar Husen dan Darmin Djaguna yang juga mantan suami Sekda Antarani dan saat ini menjabat Kabag Pemerintahan Morotai.
Anwar misalnya kepada wartawan, mengaku bahwa sudah tiga bulan belum mendapatkan TTP dari Sekda. Hanya saja, untuk stafnya sudah terbayar semua.
“Kalau dibilang TPP belum dibayar, ya kami juga belum dibayar sejak bulan Mei sampai sekarang. Memang untuk staf semua sudah dibayar hanya saja pimpinan OPD semua itu belum dibayar,” aku Anwar.
Dirinya menerangkan bahwa jika Pemda Morotai tidak membayar TTP maka, tidak menjadi masalah. Sebab tidak wajib untuk dibayar jika kondisi keuangan Morotai tidak stabil.
“Jadi kalau torang (kami) marah juga tidak ada dasar. Makanya mesti masing-masing punya strategi, alasan apakah-apakah supaya bisa dibayar lebih dulu. Kita punya pendekatan ke Ibu Sekda seperti apa, tinggal kita bujuk saja dia bisa kasih. Nah tapi kalau gaji dan tunjangan jabatan itu harus bayar,” terangnya.
Ia menyentil soal Kasatpol PP Nadjamuddin Letsoin yang mengambil langkah mengundurkan diri dari jabatannya adalah haknya.
“Namun, jika dengan alasan pindah juga tergantung Sekda Kasatpol kan tidak pindah, jadi dia pindah juga sudah setengah mati. Jika ibu Sekda tidak tandatangan, bagaimana coba,”katanya, bebernya, Kamis (27/7/2023).
Sementara itu, Kabag Pemerintahan Morotai, Darmin Djaguna juga mengatakan hal yang sama.
“Torang (kami) di sekertariat punya sudah dibayar. Memang ada beberapa dinas yang belum dibayar, kepala dinas punya yang belum dibayar, tapi untuk staf semua sudah dibayar,” akunya.
“Jadi jangan dia (Kasatpol) bilang bahwa Satpol punya tidak bayar, Satpol punya sudah dibayar, kan cuma dia (Kasatpol) punya. Memang Kasatpol ini dia bagaimana. Padahal waktu kemarin-kemarin, kami di instansi belum bayar dia punya sudah baru dia tertawa,”ungkap Darmin.
Ia mengaku, bahwa Plt Sekda memang orangnya berbeda, karena jika dalam keadaan emosi maka bicaranya juga keras tidak memandang siapa lawan bicaranya.
“Ibu sekda juga bilang, ketika ibu sekda panggil Ibu Kaban BKD, masuk di ruangan comand center, lalu sekda bilang jangan dia (Kasatpol) komentar-komentar sabarang, sekarang dia (Kasatpol) sudah di non job, itu kasih pindah juga tidak bisa, kan dianggap pelanggaran etika,” akunya.



Tinggalkan Balasan