MOROTAI-pm.com, Jembatan Love Pulau Dodola yang dibangun di masa pemerintahan Bupati Benny Laos-Asrun Padoma bernilai miliaran rupiah kondisinya koni rusak parah.
Diduga, kayu yang dipakai untuk membangun objek wisata andalan Morotai itu tidak berkualitas.
Bahkan, baru dua tahun dikerjakan sejak tahun 2019 sampai 2022 sudah rusak, akibatnya tidak bisa dipakai sebagai lokasi wisata bagi wisatawan lokal maupun manca negara.
Berdasarkan amatan media ini, di jembatan berbentuk Love terletak di bagian belakang Pulau Dodola mulai dari penghubungnya sudah patah dan jatuh ke tanah.
Sedangkan ratusan meter pagar jembatan juga sudah patah. Ratusan meter jembatan yang terbuat dari kayu papan itu juga sudah lapuk dan tidak bisa dilewati pengunjung.
Bahkan, salah satu pengungjung yang mencoba melewati jembatan itu nyaris terperosok ke dalam lumpur pasir.
“Kayu jembatan so (sudah) ancor (hancur). Saya hampir jatuh ke laut, pagar penahan jembatan so rusak. Ini proyek bermasalah,” ungkap Ijan.
Sementara, salah satu penjaga Pulau Dodola kepada awak media ini mengutarakan, jembatan mangrove yang dibangun tahun 2019, kondisinya sudah hancur.
“Dia mulai rusak tahun 2022,” ungkapnya.
Menurutnya, proyek itu dinyatakan gagal, karena kondisi materialnya tidak bagus, bahkan merugikan para wisatawan.
“Waktu ada Taman Love, Dodola sangat ramai, orang datang langsung ke taman, setelah fasilitas Mangrove Dodola rusak, pengunjung sampai sekarang sepi, padahal dari Tobelo juga datang,” tuturnya.
Plt Kadis Parawisata dikonfirmasi wartawan punya pengakuan sama.
“Jadi ada beberapa bangunan yang dibangun di Pulau Dodola itu semuanya satu paket di 2019 lalu, dijaman Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya,”akunya.



Tinggalkan Balasan