poskomalut, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Pulau Morotai, Nana Suryana Kharie menegaskan keberangkatan anggota DPRD Morotai ke Jakarta dengan agenda Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) akan menuai masalah.

Menurutnya, jika ke keluar daerah menggunakan biaya perjalanan dinas DPRD, bisa jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Karena di dalam Daftar Pengisian Anggaran atau DPA sekertariat tidak ada kegiatan Adkasi. Iya, karena memang kalau dikasih keluar akan dijadikan temuan. Itu bisa jadi temuan,” tegas Nana kepada media ini, Jumat (27/6/2025).

Ia menerangkan, DPA 2025, tidak terdapat kegiatan keluar daerah dengan agenda Adkasi. Jika terdapat kegiatan keluar, anggarannya untuk dua kegiatan yakni koordinasi maupun konsultasi.

“Kalau pun ada itu hanya berkaitan dengan konsultasi dan koordinasi,”jelasnya.

Ia mengaku masalah anggaran pernah dikoordinasikan anggota DPRD dengan dirinya selaku sekretaris dewan. Namun, anggaran tersebut peruntukannya koordinasi maupun konsultasi.

“Kemarin yang disampaikan Wakil Ketua II bahwa ada undangan untuk pimpinan dan anggota untuk kegiatan Adkasi. Tapi didalam DPA itu tidak di anggarkan di dalam kegiatan Adkasi. Yang dianggarkan itu terkait dengan konsultasi dan koordinasi,” akunya.

Sementara kata Nana, beberapa waktu lalu sejumlah anggota DPRD sudah selesai kegiatan di Provinsi termasuk, di Kemenhut soal hutan lindung. Kegiatan di Kemenhub dan Kemenpar pun sudah disusulkan anggarannya.

“Kalau kegiatan anggota DPRD ke kementerian itu kita sudah usulkan anggaran perjalanan dinasnya, dan untuk tiga kementerian; Kemenhub, Kemenhut dan Kemenpar itu memang surat yang keluar dari Sekertariat DPRD itu hanya konsultasi dan koordinasi di Kemenhut, Kementrian Pariwisata dan Kemenhub,” cetusnya.

Lanjut Dia, terkait kegiatan di luar dari tiga kementerian itu tidak teregister dalam agenda DPRD, karena tidak terdapat surat yang dikeluarkan sekretariat.

Sementara terkait kegiatan ke Kemendagri oleh Ketua DPRD Morotai Muhammad Rizki dan beberapa rekannya ternyata tidak menggunakan anggaran perjalanan dinas.

Hal ini terungkap dari pernyataan Rizki saat melakukan live lewat Facebook. Rizki mengaku senang jika keluar daerah tanpa uang Pemda. Selain itu tidak beban juga jika keluar daerah tidak gunakan uang pemda.