poskomalut, Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Halteng berkunjung ke Kabupaten Morotai, Kamis (15/01/2026).
Belasan pegawai BPBD Halteng memberikan apresiasi kepada BPPD Morotai lantaran memiliki data program maupun struktur yang lengkap.
“Selain kunjungan kami ke Morotai, kami diterima sangat baik, pelayanannya baik. Kami juga apresiasi BPPD Morotai ini baru jadi badan, tapi sudah memiliki empat kepala bidang,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Kawasan Perbatasan BPPD Halteng, Eta Embo kepada awak media usai bertemu dengan asisten I Alfatah Sibua dan Kabag BPPD Sahrim M Jen, Kamis (15/1/2026).
“Sementara kami di Halmahera Tengah yang sudah berjalan dua tahun, baru memiliki dua bidang. Itu yang ingin kami jadikan perbandingan,” sambungnya.
Menurutnya, kunjungan BPPD Halteng ke Morotai juga bagian dari sinkronisasi data struktur pemerintahan serta perbandingan pengelolaan sektor pariwisata antara kedua daerah.
“Kami hari ini terutama untuk sinkronisasi terkait data struktur pemerintahan, kemudian perbandingan antara wisata Pulau Morotai dan wisata di Halmahera Tengah,” jelasnya.
Selain struktur yang lengkap, BPPD Halteng juga mempelajari soal program BPPD Morotai, bisa melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk mendatangkan program dari pusat.
“Program BPBD Morotai tergolong kompleks dan terintegrasi lintas sektor. Program yang diperoleh dari pemerintah pusat tidak hanya melekat pada BPPD, tetapi juga mencakup sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, pertanian, hingga perhubungan,” ujar Eta.
“Kalau di Halmahera Tengah, kami tidak terlalu fokus di perikanan karena ada instansi masing-masing. Tapi di Morotai, Badan Perbatasan bisa melobi program pertanian dan kelautan. Itu yang kami apresiasi,” tambahnya.
Sementara, Pelaksana Tugas Kepala BPPD Pulau Morotai, Sahrim M Djen, membenarkan adanya tamu dari Halteng yang berkunjung di badannya
“Jadi kami memiliki empat bidang, mereka (BPPD) Halteng berdiskusi dengan kami. Kami sampaikan apa yang menjadi pengalaman mulai dari program di internal maupun program pembangunan dari pusat,” jelasnya.
“Kami tunjukkan bahwa program perbatasan ini tidak semata-mata soal perbatasan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan program perikanan, pariwisata, dan sektor lainnya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Morotai dan Halteng memiliki badan perbatasan. Hanya saja Morotai juga masuk skala prioritas lantaran berbatasan langsung dengan negara Filipina.


Tinggalkan Balasan