poskomalut, Warga Desa Tutuling Jaya menanam pohon pisang di tengah ruas jalan utama lintas Halmahera Minggu kemarin.

Aksi itu sebagai bentuk protes atau sindiran terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah.

Warga menilai jalan berlubang dapat membahayakan pengendara serta menghambat aktivitas ekonomi mereka.

Mereka menyebut kondisi jalan terus memburuk akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase berat yang melintas.

Meski keluhan sudah berulang kali disampaikan, hingga kini belum ada langkah nyata perbaikan.

“Sudah sering dilaporkan, tapi belum ada realisasi perbaikan sampai sekarang,” ujar Suprap, warga Desa Tutuling Jaya.

“Masyarakat berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas pembangunan, sehingga konektivitas antar desa di Kecamatan Wasile Timur semakin baik dan kesejahteraan warga dapat meningkat,” harapnya.

Selain menjadi akses transportasi warga, jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam menunjang distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

“Karena itu, percepatan perbaikan sangat mendesak demi mendukung pertumbuhan ekonomi desa,” tukasnya.