poskomalut, Pemerintah Kota Ternate tancap gas di Musrenbang RKPD 2027 Provinsi Maluku Utara, Kamis (7/5/2026).

Sejumlah usulan prioritas langsung disodorkan ke meja Pemprov.

Agenda Musrenbang kali ini bahas percepatan layanan dasar, konektivitas, pengembangan ekonomi, hingga hilirisasi SDA.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman bilang, usulan teknis rinci bakal dipaparkan Bappeda.

“Kalau saya lihat dari paparan provinsi, infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan jadi skala prioritas,” kata Tauhid ke wartawan.

Khusus jalan, Kota Ternate sudah kecipratan program Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang 33 km untuk 22 ruas jalan.

“Alhamdulillah ini sudah masuk dan sudah dilakukan verifikasi oleh Balai Jalan Nasional Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Program IJD ini mencakup rekonstruksi jalan di Batang Dua, plus perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Ternate dan Pulau Moti.

“Masuk dalam pelaksanaan tahun 2026 hingga 2027,” tambah Tauhid.

Pemkot juga dorong revitalisasi empat pelabuhan di wilayah terluar, dengan syarat aset pelabuhan diserahkan ke pemerintah pusat.

“Kalau sudah menjadi aset pemerintah pusat, maka akan dilakukan revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan,” jelas Tauhid.

Empat pelabuhan yang diusulkan: Pelabuhan Dufa-Dufa, Pelabuhan Batang Dua, Pelabuhan Semut, dan Pelabuhan Pulau Hiri.

“Untuk Hiri itu masih pembebasan lahan. Kalau yang lain asetnya sudah milik pemerintah daerah, tinggal pengalihan saja,” pungkasnya.

Mag Fir
Editor