poskomalut, Fun Run dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2026 digelar di Morotai l membawa dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PAD di sektor pariwisata naik signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada semester pertama Januari-Juni, PAD Dispar sudah mencapai Rp44 juta lebih. Angka ini melampaui target 2025 sebesar Rp27 juta lebih.
Berdasarkan data setoran PAD Januari-Juni 2026, penerimaan terbesar berasal dari penjualan karcis masuk Pulau Dodola mencapai Rp25.865.000.
Sementara, Pulau Tabailenge menyumbang Rp4.520.000, kemudian penyewaan speed/glass bottom boat menyumbang Rp7.830.000. Juga jasa penyewaan peralatan selam (dive) Rp6.500.000.
Secara keseluruhan, empat sumber pendapatan tersebut sebesar Rp44.715.000 hanya dalam enam bulan pertama tahun ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kadispar Morotai, Muhammad Taena mengungkapkan realisasi PAD tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan 2025.
“Tahun ini ada peningkatan PAD di sektor pariwisata, kami optimis target tahun ini sebesar 182 juta bisa terealisasi,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Meski PAD Juli 2026 belum tercover, ia melihat bahwa POPDA yang digelar di Morotai juga sangat berdampak positif. Khususnya ekonomi pelaku usaha mikro dan UMKM.
“Saat POPDA kemarin, perputaran ekonomi di Pulau Morotai sangat luar biasa. Pendapatan UMKM meningkat cukup besar. Memang kunjungan ke lokasi wisata sedikit berkurang, tetapi pendapatan dari sektor pariwisata tetap cukup baik,” ungkapnya kembali.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi sinyal membaiknya kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan daerah, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan optimalisasi pengelolaan objek wisata di Pulau Morotai.



Tinggalkan Balasan