MABA-PM.com, Anggota DPD RI dapil Maluku Utara (Malut) Hi. Husain Alting disodorkan beberapa aspirasi yang menjadi perhatian penting di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Sejumlah persoalan tersebut disampaikan Bupati Haltim, Ubaid Yakub kepada senator yang juga Sultan Tidore saat melakukan reses jaring aspirasi, Selasa (28/12/2021).

Sedikitnya, ada lima isu strategis Pemkab Haltim yang menjadi perhatian serius, yaitu kependudukan, sumber daya manusia, infrastruktur, kewilayahan, perekonomian daerah, reformasi birokrasi serta pertahanan, keamanan dan hukum.

Dari lima isu strategis itu, kemudian melahirkan beberapa usulan. Diantaranya, usulan terkait penetapan kembali Buli sebagai kawasan industri dalam kebijakan proyek strategis nasional, percepatan pembangunan dan pengoperasian smelter PT Aneka Tambang Tbk.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Buli telah ditetapkan sebagai kawasan industri dengan Peraturan Presiden Nomor 56 tahun 2018. Namun dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 109 tahun 2020, Buli tidak lagi ditetapkan sebagai kawasan industri dalam kebijakan proyek strategis nasional.

Selanjutnya, dukungan lembaga DPD RI untuk mendorong percepatan penerbitan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Kementerian Kehutanan, terkait rencana pembangunan ruas jalan baru Maba-Sagea dan Trans Kobe–Ekor yang melintasi kawasan hutan. Termasuk, soal pembiayaannya yang bersumber dari APBN, mengingat pembukaan jalan baru tersebut akan memberi manfaat strategis sebagai jalur ekonomi baru, penyangga kawasan industri di Weda, Halmahera Tengah.

Diwawancarai terpisah, Husain Alting Sjah kepada sejumlah wartawan mengaku, setelah menerima usulan aspirasi, DPD RI bakal secepatnya ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, saya sudah diterima dengan baik bupati dan wakil bupati, dan telah menyampaikan berbagai persoalan di daerah. Ini akan saya sampaikan dan tindak lanjut dalam masa sidang selanjutnya. Sehingga ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Hasain menyebutkan bahwa di Kabupaten Halmahera Timur ini ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan.

“Haltim adalah bagian dari NKRI yang harus dirawat, dijaga dan diperhatikan,” tandasnya.