APH Diminta Selidiki Anggaran Proyek Rehabilitasi Kanal di Kota Maba

Proyek rehabilitasi kanal yang sementara dikerjakan.

MABA-pm.com, Dua paket pekerjaan rehabilitasi kanal di ruas jalan Seboko ke Bundaran Sangaji dan Kali Woyo Mya ke Pusat Pemerintahan Kecamatan Kota Maba mendapat sorotan publik.

Dua proyek yang dilerjakan CV. Lifhu Niha dan CV. Central Mahera itu anggarannya oleh LSM Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Halmahera Timur (Haltim) dinilai tidak wajar.

Sekjen Ampera Haltim,Muhibu Mandar kepada mengatakan, apabila dilihat secara kasat mata pekerjaan dua paket pekerjaan rehabilitasi kanal itu terkesan pemborosan anggaran daerah.

“Hanya sekedar pekerjaan pembersihan lumpur dan rumput saja habiskan anggaran sampai miliaran rupia. besaran anggaran itu kalau pembangunan kanal baru itu masuk akal,” bebernya, Rabu (16/8/2023).

Muhibu menyebutkan pekerjaan rehabilitasi kanal Kota Maba masing-masing sebesar Rp1.030.300.000,00 dan Rp1.322.000.000,00 bersumber dari APBD 2023.

Kata dia, anehnya di papan proyek tidak mencantumkan volume pekerjaan dan kalender pekerjaan.

“Saya patut menduga pekerjaan tersebut ada sesuatu tidak beres,” beber Muhibu.

Ia mendesak Aprat Penegak Hukum (APH) baik polisi dan kejaksaan agar menyelidiki pekerjaan tersebut. Selain itu Dewan Perwikilan Rakyat (DPRD) Haltim juga diminta turut mengawasi pekerjaan tersebut.

“Saya minta penyidik baik polisi dan jaksa turun menyelidiki pekerjaan tersebut,"pintahnya.

Sementara Bupati Haltim, Ubaid Yakub dikonfirmasi menangapi pertanyaan awak media dengan nada tinggi.

Menurutnya rehabilitasi dalam Kota Maba yang diaggarkan melalui APBD mencapai miliaran bermaksud membersihkan kanal yang tersumbat.

“Pemda baru kali ini membersihkan kanal. Kalau tidak membersihkan, suatu waktu pasti terjadi banjir karena sudah tersumbat,” katanya.

Lanjutnya, bisa dibayangkan terjadi banjir di beberapa daerah lain bisa juga berdampak bagi Kota Maba. Untuk tidak terjadi banjir, maka dapat diantisipasi dengan pembersihan terlebih dahulu, karena sebagian gorong-gorong belum dibuat secara parmanen, sehinggga sebagianya sudah jebol.

Ubaid menyatakan, pembersihan kanal Kota Maba untuk menantisipasi terjadi banjir. Ia berdalih apalagi beberapa tahun terakhir ini curah hujan tinggi.

“Begitu kanal dibikin tiga sampai empat tahun terakhir Kota Maba tidak pernah terjadi banjir. Padahal curah hujan dalam dua tahun terakhir ini sangat tinggi. Soal protes warga itu kita dapat maklumi karena masyarakat tidak tahu," katanya.

Komentar

Loading...