Atasi Stunting, Wabup Haltim Anjurkan Pengantin Baru Konsumsi Daun Kelor

Wakil Bupati Haltim, Anjas Taher.

MABA-pm.com, Ketua tim penagnagan stunting Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Anjas Taher menganjurkan kepada pengantin baru dan ibu hamil mengonsumsi daun kelor dan obat tambah darah.

"Penanganan stunting yang berjenjang sudah dianjurkan beberapa cara yang dilakukan bagi calon pengantin dan ibu hamil. Karena mengonsumsi daun kelor alias Merunggai (Moringa Oleifera) mempunyai kandungan antioksidan serta betakaroten," ujar Wabup Anjas.

"Bahkan baru-baru torang rapat bersama  puskesmas dan kecamatan itu agar sampaikan ke desa-desa, supaya masyarakat itu tanam kelor karena dia (pohon kelor) adalah salah satu pengganti pil tamba darah bagi remaja yang mau menikah. Dan itu merupakan tips penangana stunting yang dikasih kementerian," sambung Anjas menerangkan.

Dirinya menyampaikan, penanganan stunting harus dilakukan secara bertahap mulai dari calon pengantin dan ibu hamil. Anjas berencana mengadopsi cara penanganan stunting yang diterapkan pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kalau di Pemda Halmahera Tenga saya dengar ibu-ibu hami diberikan insentif perbulan Rp300 ribu untuk ibu-ibu hamil. Nanti pak bupati bale baru tong konsultasikan soal itu. Torang so coba penanganan mulai dari calon pengantin, ibu hamil dan seribu hari untuk mempasok gizi,” tandasnya.

Anjas menambahkan, perokok aktif bagi orang tua laki-laki termasuk salah satu katogori penyebab bayi terjangkit stunting. Sisi lain adalah kekurangan suplay makanan bergizi yang dikonsumsi ibu hamil semenjak mengandung.

Komentar

Loading...