TERNATE-pm.com, “Sebagai bangsa yang beragam budaya, perlu kita melestarikan budaya melalui tulisan. Untuk itu kegiatan bimtek ini menjadi wadah edukatif”.

Demikian sambutan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejateraan, Rukmini saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip).

Bimtek tersebut sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal yang merupakan warisan leluhur, tidak hanya mendokumentasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Tetapi, juga memperkenalkan kepada generasi muda serta khalayak luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sehingga menjadi bentuk nyata dari literasi budaya yang mampu memperkuat jati diri dan karakter bangsa,” katanya.

Wali kota berharap melalui bimtek yang digelar di kantor Dispersip Ternate, Sabtu (24/5/2025), para peserta dapat mengasah keterampilan menulis, tidak hanya komunikatif dan inspiratif, tetapi juga berakar pada kearifan lokal.

“Selain itu, proses telaah dan review hasil penulisan menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas dan kedalaman konten yang dihasilkan,” katanya.

Wali kota mengapresiasi atas penyelenggaraan bimbingan tersebut. Motovasi dalam literasi budaya lokal harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak.

Nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, perlu terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai warisan yang tak ternilai.

“Bimtek kepenulisan ini, harus didukung bersama-sama dan harus menyadari bahwa kepenulisan berbasis konten budaya lokal menjadi pondasi yang akan berdampak pada masyarakat secara luas,” bebernya.

 

Sementara, Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur menerangkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berbasis budaya.

Narasumber yang dihadirkan dari berbagai latar belakang, seperti dosen FISIP UMMU, pegiat literasi dari Taman Bacaan Masyarakat, serta jurnalis.

“Peserta berjumlah 60 orang, terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum,” terang Safia.

Bimtek dilaksanakan dalam tiga tahapan:

Bimbingan teknis penulisan, penugasan dan penelaahan hasil penulisan, evaluasi juga finalisasi karya peserta.

“Literasi budaya lokal harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak. Nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya perlu dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda,” tandasnya.

Mag Fir
Editor