TIDORE-PM.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar dan Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Abdul Muis Husaen, Senin (2/1/2022) terjun langsung ke lokasi luapan air yang tingginya mencapai 1 meter lebih di Desa Noramake, Kecamatan Oba Tengah Minggu malam kemarin.
Dalam pantaun itu, Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar melihat langsung penyebab terjadinya luapan air yang sebelumnya telah ditangani pihak Balai Sungai dan Jembatan Maluku Utara. Setelah mengamati secara keseluruhan di sekitar lokasi luapan, Muhammad Abubakar menyatahkan bakal melakukan koordinasi dengan pihak provinsi soal peran BPBD dalam melakukan pencegahan bencana.
Menurut Abubakar, lokasi luapan air ini bukan kali pertama terjadi, namun sudah berlangsung sekian lama tetapi belum tertangani. Untuk itu, butuh koordinasi dengan pemerintah provinsi karena ini jalan nasional yang menghubungkan antara Kota Tidore dan Halmahera Tengah.
“Dengan alasan ini BPBD bakal mengambil langkah untuk segera dilakukan penanganan apakah dibuat sebuah tanggul atau kanal yang bisa menahan luapan air ketika musim hujan,” terang Muhammad.
Kata dia, setelah peninjuan itu, BPBD dan PUPR bakal mengambil langkah koordinasi untuk mendesain peran kedua instansi dalam penanganan luapan air di Normake maupun di beberapa titik, baik itu daratan Oba maupun dalam Pulau Tidore.
Senada, Kepala Dinas PUPR, Kota Tidore, Abdul Muis Husaen mengatakan, bahwa lumpasan air dari kali Noramake yang nyaris menutup akses jalan tersebut perlu dilakukan pembuatan sodetan atau kanal sisi kiri kanan yang mengarah ke sungai/kali sesegera mungkin.
Pemerintah Kota Tidore bakal melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara, sehingga dalam penanganan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
“Dalam posisi mana yang bisa dikerjakan Pemerintah Kota Tidore lebih dahulu atau pihak balai. Sebab ini bersifat wajib ditangani. Karen ini persoalan pelayanan publik,” tandas Muis.


Tinggalkan Balasan