poskomalut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Timur (Haltim), mengimbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
Potensi gelombang tinggi dipicu dinamika atmosfer mengakibatkan peningkatan kecepatan angin secara mendadak.
Tinggi gelombang di perairan diprediksi dapat mencapai ambang batas yang membahayakan pelayaran kecil dan aktivitas rekreasi di pantai.
BPBD menginstruksikan agar warga yang tinggal di garis pantai mewaspadai potensi abrasi dan angin puting beliung.
Kepala Pelaksana BPBD Haltim, Darso Gadjal memberikan penekanan keras terutama bagi para pelaku ekonomi di sektor kelautan.
Dirinya meminta agar faktor keselamatan tidak dikesampingkan demi mengejar hasil tangkapan.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu jika cuaca terlihat buruk atau mendung pekat. Lebih baik bersabar beberapa hari daripada memaksakan diri di tengah risiko gelombang tinggi yang bisa mengancam nyawa,” ujar Darso, Kamis (12/3/2026).
Darso menambahkan, angin kencang di daratan dapat memicu pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur.
“Waspadai objek-objek tinggi yang rawan roboh. Pastikan lingkungan rumah dalam kondisi aman,” tambahnya.
Darso meminta nelayan selalu update cuaca dari BMKG sebelum memutuskan turun ke laut.
“Pastikan alat keselamatan (life jacket) selalu tersedia di kapal,” tuturnya.
Sementara bagi pengendara, kata Darso hindari memarkir kendaraan di bawah pohon besar, baliho, atau tiang listrik saat angin kencang melanda.
“BPBD terus bersiaga 24 jam melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk merespon laporan darurat dari masyarakat. Segera hubungi nomor darurat jika terjadi bencana di wilayah Anda,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan