Bupati Morotai Pidanakan Wakil Ketua DPRD

Bupati Morotai, Benny Laos

MOROTAI-PM.com, Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny
Laos melaporkan dua pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morotai ke
Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dua pejabat yang dilaporkan
Benny Laos itu yakni M Rasmin Fabanyo dan anggota DPRD Morotai Mic Bill Abd
Aziz atas dugaan pencemaran nama baik.

Berdasarkan data
yang dikantongi Posko Malut, dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh
Rasmin dan Mic Bill pada saat aksi pemboikotan aktifitas yang dilakukan
Aparatur Sipil Negara (ASN) beberapa waktu lalu. Kasus tersebut langsung
dilaporkan oleh Beny Laos ke Bareskrim Mabes Polri.

Selain itu, untuk
pengembangan penyelidikan, Bareskrim Mabes Polri telah mengirimkan surat kepada
tiga orang pejabat Morotai untuk diperiksa sebagai saksi. Mereka diantaranya
Camat Morsel Darmin Djaguna, Kabag Humas Arafik M Rahman dan Kadispora Yanto A
Gani. "Ada surat yang dilayangkan Bareskrim Mabes Polri ke pak Yanto, Pak
Camat (Darmin) dan kabag Humas Opick," kata salah satu sumber terpercaya
di Kantor Bupati, Kamis (10/10/2019).

Pemanggilan tiga
orang ke Jakarta, dalam rangka memberikan keterangan terkait adanya dugaan
pencemaran nama baik. "Dorang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi
karena kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Rasmin Fabanyo dan Mic Bill.
Yang pasti Bupati Benny Laos sudah lapor ke Mabes Polri," ungkapnya.

Terkait pemanggilan itu, Darmin Djaguna ketika dimintai keterangan mengaku, dipanggil Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada kasus dugaan pencemaran nama baik. Namun, pemeriksaannya dilakukan di ruang penyidik Polres Morotai. "Iya, torang sudah diperiksa, Saya, Opic dan Yanto. Torang diperiksa di Polres Morotai walaupun laporannya di Mabes Polri," kata Darmin. (ota/red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko Malut, edisi Jumat  11 Oktober 2019, dengan judul ‘Bupati Morotai Pidanakan Wakil Ketua DPRD”.

Komentar

Loading...