poskomalut, Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias SPPG di Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, mangkrak tanpa kejelasan.
Padahal fasilitas dapur Makanan Bergizi Gratis sudah berdiri di tiga desa.
Warga Loloda, Denis, mempertanyakan mandeknya program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu di wilayah 3T: Tertinggal, Terluar, dan Terdepan.
“SPPG di Halut lain sudah jalan dan diterima siswa. Kenapa Loloda belum juga?,” tanya Denis, Jumat (20/6/2026).
Denis menyebut , tiga fasilitas dapur MBG di Loloda sudah tersedia: Desa Dama, Tuakara, dan Dagasuli.
“Bangunannya ada, alatnya ada, tapi sampai sekarang tidak dipakai. Statusnya gimana?,” tanya Denis lagi.
Ia meminta Pemda Halut tidak tinggal diam.
“Pemda harusnya kawal program Presiden. Kalau tidak peduli, Loloda cuma jadi wilayah yang diabaikan,” tegas Denis.
Wakorwil BGN Maluku Utara, Angki Kofia, dikonfirmasi membenarkan sejumlah SPPG di Loloda belum operasi.
Penyebabnya, kata dia, ada masalah di pemerintah pusat.
“Untuk SPPG yang belum operasi, kami di Malut dan Halut belum bisa jalankan. Tunggu surat perintah lanjutan dari pusat,” jelas Angki saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Ia menegaskan, dapur MBG yang sudah jalan tetap dilanjutkan.
“Yang belum sama sekali, tunggu perintah baru bisa jalan,” ujarnya
Senada, Mitra MBG Arivin Yanhar menyebut wilayah 3T di Halut punya 18 titik dapur MBG.
“Semua belum beroperasi. Fasilitas dan persiapan sudah ada, tapi tahap ranning belum. Kami tunggu info lanjutan dari Badan Gizi Nasional,” katanya.



Tinggalkan Balasan