MABA-pm.com, Kasus Perkosaan dan pelecehan seksual di Halmahera Timur (Haltim) terus meningkat.

Kasih Intel Kejari Haltim, Farid Achmad mengungkapkan, hingga akhir tahun tepatnya pada Oktober 2022, pihaknya sudah menangani lima kasus pelecehan dan perkosaan anak di bawah umur.

“Pada Oktober saja yang ditangani Kejari Haltim itu ada kasus itu lima kasus,” tutur Farid, Selasa (25/10/2022) di ruangan kerjanya.

Kata Farid, kasus tersebut terjadi di Kecamatan Maba, di Desa Sailal, Kecamatan Wasile Selatan, di Desa Sondo-Sondo dan di Subaim.

“Kejadian pelecehan dan perkosaan terjdi di Desa Sailal itu ada sebanyak tiga kasus, sedangkan di Desa Sondo-Sondo satu kasus dan Subaim satu kasus,” ucapnya.

Dirinya menerangkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berkas perkaranya sudah dari Polres ke Kejari Haltim untuk ditindaklanjuti.

Ia meminta ke pemerintah daerah agar melibatkan Kejari Haltim untuk lakukan sosialisasi penanganan kasus pelecehan dan perkosaan anak di bawah umur.

“Kerjari Haltim siap terlibat dalam sosialisasi bersama dengan pemerintah daerah untuk penanganan kekerasan dan pelecehan seksual anak di bawah umur. Namun hingga saat ini pemda belum melibatkan Kejari,” tandasnya.

Namun di satu sisi, kata dia, Kejari Haltim juga mempunyai program setiap tahunnya yakni program jaksa masuk sekolah dan penerapan hukum di masyarakat.