AMAK Minta Kadis Perkim Diperiksa

Desak KPK Telusuri Anggaran Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi di Haltim

AMAK Haltim saat mengelar aksi di depan gedung KPK RI, Jakarta.

MABA-pm.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Halmahera Timur (AMAK Haltim) untuk menelusuri angaran pekerjaan pemasangan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Kota Maba yang diduga bermasalah.

Tuntutan lembaga anti rasua mengusut pekerjaan pemasangan jaringan pipa yang menelan anggaran Rp2,6 miliar itu disampaikan AMAK Haltim dalam unjuk rasa di depan Kantor KPK di Jakarta, Jumat (25/08/2023).

Uang negara yang dikucurkan untuk proyek tersebut begitu besar, namun progres pekerjaan tidak sesuai diharapkan masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini masyarakat Desa Sangaji dan Soagimalaha, Kota Maba tidak menikmati air bersih secara baik.

Koordinator aksi, Buhari dalam keterangan mengatakan AMAK datang mendesak KPK menelusuri anggaran sebesar 2,6 miliar dengan harapan memanggil Kadis Perkim Halmahera Timur untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut.

"Karena menurut AMAK Haltim, ada terindikasi korupsi atas pekerjaan penjaringan pipa air di tahun 2020," katanya.

Menurut Bunari, anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dipercayakan kepada PT Samata Maju Jaya untuk mengerjakan proyek tersebut. Namun mangkrak sampai saat ini.

"Untuk itu selain KPK, kami juga mendesak Kejaksaan Agung RI, segera melakukan audit," ujarnya.

Komentar

Loading...